BeritaInformatikaPendidikan

KKN Terpadu UMT 2026 Resmi Dimulai di Kampung Melayu Barat, Mahasiswa Siap Dukung Program Kebersihan Desa dan Cegah Stunting

513
Foto Kiri : Kepala desa Ko.melayau Barat Subur Maryono, bersama H.Jumaedi dosen pembimbing Lapangan, serta ketua pelaksana KKN UMT 2026 S Fathin Agil

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu 2026 di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan fokus membantu program kebersihan lingkungan, edukasi kesehatan, hingga pencegahan stunting yang menjadi prioritas Pemerintah Desa.

Kegiatan pembukaan KKN Terpadu UMT 2026 berlangsung di Aula Desa Kampung Melayu Barat, mengusung tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat.” Rabu (22/7/2026).

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono, serta dihadiri Ketua TP PKK Yunani Maryono, Sekretaris Desa Muhammad Ihza Mahendra, Dosen Pembimbing Lapangan H. Jumaedi, Ketua Pelaksana KKN S. Fathin Aqil, perangkat desa, dan para mahasiswa peserta KKN.

Sebanyak 25 mahasiswa berasal dari tujuh fakultas di UMT, yakni Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, FKIP, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Seni dan Desain.

Program KKN akan berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2026, dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan Desa Kampung Melayu Barat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Jumaedi, menjelaskan bahwa orientasi utama KKN tahun ini adalah mendukung program kebersihan lingkungan yang menjadi perhatian Pemerintah Desa.

“Kami berharap mahasiswa dapat membantu program kepala desa dalam meningkatkan kebersihan lingkungan. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan demi menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa juga akan terlibat dalam pendampingan Posyandu, memberikan edukasi gizi, serta mendukung program percepatan penurunan stunting yang menjadi program prioritas pemerintah pusat maupun daerah.

“Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMT yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN Terpadu 2026.

Ia mengatakan, program mahasiswa akan diintegrasikan dengan agenda Pemerintah Desa, khususnya dalam penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Kampung Melayu Barat.

“Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi desa kami. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMT yang diharapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Subur.

Ia berharap keberadaan mahasiswa mampu menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan serta membiasakan hidup bersih.

“Dengan dukungan mahasiswa KKN, kami optimistis kesadaran masyarakat akan terus meningkat sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkualitas untuk seluruh warga,” pungkasnya. (Dia)

Exit mobile version