Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

KNPI Garut Soroti Kasus Pelecehan Seksual, Program “Perempuan Berbicara” Jadi Ruang Advokasi dan Perlindungan Perempuan

118
×

KNPI Garut Soroti Kasus Pelecehan Seksual, Program “Perempuan Berbicara” Jadi Ruang Advokasi dan Perlindungan Perempuan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil, mengatakan jumlah peserta yang hadir melampaui target awal. Dari target 100 peserta, kegiatan dihadiri lebih dari 150 orang.

Garut/secondnewsupdate.co.id – DPD KNPI Kabupaten Garut menggelar kegiatan “Perempuan Berbicara” sebagai ruang aspirasi, diskusi, sekaligus penguatan peran perempuan dalam mewujudkan Garut Hebat.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pemuda, Jalan Merdeka mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Rabu (20/5/2026).

Example 300x600

Program yang diinisiasi melalui “Perempuan Hebat” tersebut menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Garut, Polres Garut, Pemerintah Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan, Dispora, DPPKBPPPA, organisasi kepemudaan perempuan, hingga masyarakat umum.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil, mengatakan jumlah peserta yang hadir melampaui target awal. Dari target 100 peserta, kegiatan dihadiri lebih dari 150 orang.

“Ini membuktikan perempuan-perempuan di Kabupaten Garut membutuhkan wadah untuk berbicara, menyampaikan gagasan, sekaligus mendapatkan ruang perlindungan dan penguatan,” ujarnya.

Foto bersama usai acara, dari Kejaksaan Negeri Garut, Polres Garut, Pemerintah Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan, Dispora, DPPKBPPPA, organisasi kepemudaan perempuan, hingga masyarakat umum.

Dalam kegiatan tersebut, isu kekerasan dan pelecehan seksual menjadi perhatian serius. KNPI Garut menyatakan keprihatinan terhadap maraknya kasus pelecehan seksual, termasuk dugaan kasus yang melibatkan oknum tokoh agama yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Agil menegaskan KNPI siap mengawal dan mengadvokasi berbagai persoalan yang menyangkut perempuan dan pemuda, termasuk kasus dugaan kekerasan seksual yang sedang mencuat.

“Korban maupun pihak pelapor sudah mendapat pendampingan kuasa hukum. KNPI siap turun tangan apabila diperlukan dalam proses advokasi lanjutan agar seluruh proses hukum berjalan transparan dan korban mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Menurut Agil, kegiatan “Perempuan Berbicara” menjadi langkah awal melibatkan organisasi kepemudaan dan aktivis perempuan sebagai motor penggerak edukasi masyarakat.

Ke depan, program tersebut akan diperluas melalui kegiatan Goes to School dan Goes to Campus untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu perempuan dan pencegahan kekerasan seksual.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Wakil Ketua Bidang Perempuan KNPI Garut, Nawangsih, menegaskan program “Perempuan Hebat” akan menjadi rumah bersama bagi perempuan dan organisasi kepemudaan perempuan di Kabupaten Garut.

Ia menilai penguatan perempuan harus dimulai dari pendidikan keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting sebagai madrasatul ula atau pendidik pertama bagi anak-anaknya.

“Kami ingin perempuan memiliki keberanian, pengetahuan, dan kemampuan untuk mendeteksi serta mencegah kekerasan seksual sejak dini,” ujar Nawangsih.

Ke depan, KNPI Garut akan menggandeng Dinas Kesehatan, DPPKBPPPA, dan berbagai pihak lainnya untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perlindungan perempuan, hingga pencegahan kekerasan seksual.

Selain itu, perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan akan dibina melalui pendidikan dan pelatihan agar mampu menjadi first responder atau tempat pengaduan awal di lingkungan masing-masing sebelum dilakukan pendampingan hukum lebih lanjut.
“Ketika perempuan mengenal dan menguatkan dirinya, maka ia akan mampu melindungi dirinya sendiri sekaligus membantu orang lain,” pungkas Nawangsih. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600