EntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

KPID Jabar Resmi Luncurkan Tema Anugerah Penyiaran 2026, Ngatiyana: Media Harus Jadi Penjernih Informasi

1962
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, (kiri) dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran ini tidak boleh dimaknai sebagai acara formalitas belaka.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – KPID Jawa Barat mulai menggeber rangkaian Anugerah Penyiaran 2026 dengan meluncurkan tema dan logo resmi ajang tahunan tersebut. Kick off kegiatan digelar di Cimahi Command Center, Selasa (28/4/2026).

Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya KPID Award ke-19 yang digarap bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi, dan Nusantara TV.

Sejumlah pejabat daerah, pelaku industri penyiaran, hingga awak media turut hadir, baik secara langsung maupun daring.

Ngatiyana: Jangan Sekadar Seremoni

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa peluncuran ini tidak boleh dimaknai sebagai acara formalitas belaka. 

KPID Jabar Resmi Luncurkan Tema Anugerah Penyiaran 2026, Ngatiyana: Media Harus Jadi Penjernih Informasi

Ia melihat momentum ini sebagai sinyal kesiapan daerah dalam menghadapi perubahan cepat di dunia penyiaran.

Menurutnya, identitas baru yang diusung lewat tema dan logo mencerminkan arah kebijakan sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh industri media ke depan.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini menunjukkan kesiapan kita menghadapi kompleksitas dunia penyiaran yang terus berubah,” ujar Ngatiyana.

Angkat Isu Keberlanjutan dan Budaya Lokal

Tahun ini, KPID Jabar mengusung tema “Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa”. Tema tersebut menekankan pentingnya keberlanjutan dalam praktik penyiaran, baik dari sisi kualitas konten, fungsi edukasi, hingga pelestarian kearifan lokal.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Ngatiyana mengingatkan agar media penyiaran tetap menjadi rujukan utama publik dalam mendapatkan informasi yang valid.

“Media harus jadi penjernih, bukan ikut terseret arus disinformasi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten agar tetap diawasi secara ketat dan tidak melanggar etika jurnalistik.

KPID Tekankan Peran Apresiasi, Bukan Hanya Pengawasan

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai kontrol terhadap pelanggaran, tetapi juga bentuk penghargaan bagi lembaga penyiaran yang konsisten menjaga kualitas siaran.

Saat ini, terdapat sekitar 423 lembaga penyiaran di Jawa Barat yang menjadi bagian dari ekosistem industri, baik radio maupun televisi.

“Penghargaan ini penting sebagai motivasi agar pelaku industri terus berinovasi di tengah disrupsi teknologi,” ujarnya.

Dorong Peran Media dalam Isu Lingkungan

Selain itu, tema “Penyiaran Lestari” juga berkaitan dengan isu lingkungan dan kebencanaan yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat. 

KPID mendorong media untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk soal mitigasi bencana.

Dukungan juga disampaikan Diskominfo Jabar. Kepala Bidang IKP, Nidar Nadrotan Naim Sujana, menyebut ajang ini sebagai dorongan agar industri penyiaran tetap adaptif di tengah perubahan platform digital.

28 Kategori, Penilaian Berlapis

Pada Anugerah Penyiaran 2026, panitia menyiapkan 28 kategori penghargaan yang mencakup radio, televisi, dan kategori umum.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari administrasi hingga penilaian dewan juri independen. 

Komposisi penilaian terdiri dari 70 persen penilaian juri dan 30 persen tingkat kepatuhan terhadap regulasi.

Malam Puncak Digelar November

Rencananya, malam puncak Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 akan digelar pada 16 November 2026 dan disiarkan secara langsung melalui jaringan radio dan televisi.

Melalui ajang ini, KPID berharap kualitas siaran di Jawa Barat semakin meningkat dan mampu memperkuat peran media sebagai sarana informasi, edukasi, sekaligus kontrol sosial bagi masyarakat. (Bagdja)

Exit mobile version