Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

KTNA Kabupaten Tangerang Matangkan Tangerang Agro Festival 2027, Teknik Tanam Padi Modern Jadi Sorotan

543
×

KTNA Kabupaten Tangerang Matangkan Tangerang Agro Festival 2027, Teknik Tanam Padi Modern Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Foto Kiri : Sekjen KTNA kabupaten Tangerang Abdas Maulana bersama Tuan rumah Ketua KTNA kecamatan Sepatan Timur Muhamad OBo beserta para ketua KTNA kecamatan, di kafe Bijaro Cicere, Sepatan, kabupaten Tangerang Foto Atas : Muhamad Obo Ketua KTNA kecamatan Sepatan Timur

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tangerang mulai mematangkan sejumlah agenda strategis sektor pertanian.

Hal tersebut mengemuka dalam Rembug Harian KTNA Kabupaten Tangerang yang digelar di Kafe Bijaro, Kampung Cicere, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (7/9/2026).

Example 300x600

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi para pengurus KTNA dari berbagai wilayah sekaligus membahas sejumlah program pertanian yang akan dilaksanakan ke depan. 

Sebanyak 29 ketua KTNA kecamatan turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Rembug Harian dihadiri Sekretaris Jenderal KTNA Kabupaten Tangerang, Abdas Maulana, yang mewakili Ketua KTNA Kabupaten Tangerang Aryati yang berhalangan hadir. 

Tampak pula Ketua KTNA Kecamatan Sepatan Timur sekaligus tuan rumah, Muhammad Obo, penasihat KTNA AKP I Gusti Mohammad Sugiarto, perwakilan PIK 2 Ela Fahlefi, serta sejumlah tamu undangan.

Sekjen KTNA Kabupaten Tangerang Abdas Maulana mengatakan, Rembug Harian tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga digunakan untuk mengevaluasi hasil Pekan Nasional (Penas) KTNA yang sebelumnya berlangsung di Gorontalo.

“Rembug Harian ini membahas hasil Penas di Gorontalo beberapa waktu lalu. Kami juga mempersiapkan Rembug Paripurna KTNA Nasional yang rencananya digelar di Malang, Jawa Timur, pada 18 sampai 21 September,” ujar Abdas.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah agenda penting yang perlu dibahas bersama, salah satunya persiapan Tangerang Agro Festival yang direncanakan berlangsung pada 2027.

Festival tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi pertanian Kabupaten Tangerang sekaligus memperkuat keterlibatan para petani melalui organisasi KTNA di tingkat kecamatan.

“Yang perlu dibahas juga rencana kegiatan Tangerang Agro Festival. Selain itu ada pembahasan mengenai Rembug Paripurna KTNA Kabupaten Tangerang,” katanya.

Abdas menjelaskan, Tangerang Agro Festival 2027 direncanakan digelar di Alun-Alun Tigaraksa.

Sebelumnya, agenda serupa pernah dilaksanakan di Puskagro Sepatan sekitar dua tahun lalu.

Dalam pelaksanaannya nanti, KTNA dari 29 kecamatan akan dilibatkan secara aktif, termasuk dalam pengisian stan dan berbagai kegiatan pendukung festival.

“Setiap KTNA kecamatan akan dilibatkan. Pengisian stan dan berbagai kegiatan lainnya memang harus melibatkan KTNA karena ini menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut,” jelasnya.

Selain Tangerang Agro Festival, Rembug Harian juga membahas rencana Pekan Daerah (Peda) KTNA serta agenda Rembug Paripurna KTNA Kabupaten Tangerang, termasuk pembahasan terkait kepengurusan organisasi ke depan.

Dorong Pertanian Modern, Pangkas Biaya Tanam

Sementara itu, Ketua KTNA Kecamatan Sepatan Timur Muhammad Obo mengatakan, Rembug Harian menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antarpengurus KTNA sekaligus menyusun langkah menghadapi berbagai agenda mendatang.

Ia menyebut Tangerang Agro Festival dan rencana Pekan Daerah KTNA menjadi dua agenda yang perlu dipersiapkan sejak jauh hari.

“Nantinya dalam Tangerang Agro Festival, setiap ketua KTNA kecamatan akan dilibatkan untuk mengisi stan yang tersedia. Karena itu persiapannya harus dilakukan bersama-sama,” ungkap Obo.

Dalam kesempatan tersebut, Obo juga menyoroti upaya mendorong penerapan teknologi pertanian modern, khususnya dalam budidaya tanaman padi.

Salah satu metode yang tengah digalakkan adalah Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS). 

Teknik tersebut dinilai dapat membantu petani melakukan efisiensi biaya karena proses penanaman dilakukan dengan metode yang lebih modern.

Menurut Obo, penerapan teknologi tersebut dapat memangkas sejumlah biaya tenaga kerja yang selama ini diperlukan dalam proses cabut bibit dan tanam padi secara konvensional.

“Penanaman padi kita mulai ubah dengan sistem modern. Dengan begitu biaya yang biasanya dikeluarkan untuk tukang cabut dan tukang tandur bisa dikurangi,” ujarnya.

Efisiensi biaya tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha petani di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Obo mengaku mendapatkan gambaran mengenai potensi metode tersebut saat mengikuti kegiatan Penas KTNA di Gorontalo.

Ia melihat penerapan teknik penanaman modern dapat menghasilkan tanaman padi dengan jumlah bulir yang cukup lebat.

“Yang saya lihat di Penas Gorontalo, walaupun tanaman padinya terlihat merapat, tetapi buah atau bulir padinya banyak dan lebat. Bahkan satu hektare bisa menghasilkan sekitar 10 ton gabah,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan budidaya tidak semata-mata ditentukan oleh panjang atau pendeknya varietas padi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh teknik penanaman dan pengelolaan tanaman.

Saat ini, penerapan metode tersebut mulai diperkenalkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.

“Yang terpenting adalah teknik penanamannya. Metode ini sudah mulai dilakukan di sejumlah BPP. Di wilayah Kronjo juga sudah ada yang menerapkannya, begitu pula BPP Pakuhaji,” tuturnya.

Obo berharap penerapan pertanian modern tersebut dapat semakin meluas sehingga petani Kabupaten Tangerang tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi.

Dengan konsolidasi yang terus dilakukan melalui KTNA, berbagai agenda pertanian di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat berjalan lebih terarah, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara petani, pemerintah, organisasi KTNA, dan berbagai pihak pendukung sektor pertanian. (Dia)

Penulis: DianaEditor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600