BeritaInformatikaRagam Daerah

Lalu Lintas Jalur Selatan Limbangan–Malangbong Lumpuh Akibat Lonjakan Arus Mudik dan Hujan

115
Arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat yang menghubungkan wilayah Limbangan hingga Malangbong dilaporkan mengalami kemacetan parah pada Kamis malam (19/3/2026).

Limbangan Garut// secondnewsupdate.co.id – Arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat yang menghubungkan wilayah Limbangan hingga Malangbong dilaporkan mengalami kemacetan parah pada Kamis malam (19/3/2026). 

Ribuan kendaraan pemudik terjebak antrean panjang yang nyaris tidak bergerak.

Kondisi di lapangan

berdasarkan pantauan di lokasi, kemacetan didominasi kendaraan pribadi, bus antarkota, serta truk logistik. Kondisi aspal yang basah akibat guyuran hujan menambah tingkat kesulitan bagi para pengendara, terutama saat melintasi kontur jalan berkelok dan menanjak di kawasan tersebut.

Sejumlah faktor utama yang memicu kepadatan lalu lintas antara lain:

Lonjakan Volume Kendaraan

Terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik yang memilih melakukan perjalanan pada malam hari guna menghindari terik matahari.

Cuaca Buruk

Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga laju kendaraan melambat secara signifikan.

Penyempitan Jalan

Aktivitas warga di sejumlah titik keramaian seperti pasar tumpah dan persimpangan strategis di sepanjang jalur Limbangan turut memperparah kemacetan.

Menurut salah seorang pemudik asal Jakarta dengan tujuan Tasikmalaya mengaku kendaraannya hanya mampu bergerak beberapa meter dalam hitungan menit.

“Sudah tertahan lebih dari dua jam di wilayah Limbangan ini. Kondisi hujan juga membuat kami waswas karena jalanan licin,” ujarnya.

Himbauan bagi Pemudik

Pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan, termasuk pemberlakuan sistem satu arah (one way) secara situasional dari arah barat menuju timur.

Pemudik yang akan melintasi jalur ini diimbau memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman antar kendaraan, menyalakan lampu utama karena jarak pandang terbatas, serta tetap bersabar mengikuti arahan petugas di lapangan. (Agung)

Exit mobile version