EntertainmentGaya hidupInformatikaPendidikanRagam Daerah

Hardiknas 2026 di Cimahi, Wali Kota Ngatiyana Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

967
Walikota Cimahi Ngatiyana (tengah) didampingi Wakil Walikota Cimahi Adithia Yudistira, secara simbolis memberikan hadiah sebesar Rp 500 ribu Muhammad Hikam Al Yamani dari SD Padasuka Mandiri I sebagai juara I Lomba Da'i Cilik (LDC) Putra

Pemkot Cimahi perkuat pendidikan inklusif, digitalisasi sekolah, hingga jemput bola warga putus sekolah lewat program Paket A-C.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Cimahi 2026 di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, jajaran asisten daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ketua PGRI Kota Cimahi, Bunda PAUD, hingga Ketua TP PKK Kota Cimahi.

Dalam amanatnya, Ngatiyana menegaskan Hardiknas 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi bersama terhadap kualitas pendidikan.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah atau sekolah, tetapi juga keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia dengan pendekatan asah, asih, dan asuh. Pendidikan tidak hanya bicara soal akademik, tetapi pembentukan karakter, akhlak, kemandirian, dan kepribadian utuh,” ujar Ngatiyana.

Ia mengakui masih ada sejumlah persoalan pendidikan yang menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Cimahi.

Mulai dari kesenjangan mutu antar sekolah, keterbatasan sarana pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital, rendahnya literasi dan numerasi dasar, hingga kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi yakni pemerataan akses pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, dan keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak.

“Ini bukan persoalan kecil. Ini pekerjaan besar yang menentukan masa depan Kota Cimahi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Cimahi menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, percepatan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas serta kesejahteraan tenaga pendidik, hingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying.

Ngatiyana menekankan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun pendidikan berkualitas.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri, guru juga tidak boleh ditinggalkan sendiri. Orang tua harus hadir dalam pendidikan anaknya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sebagai lingkungan pendidikan informal, dunia usaha sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia, serta media yang berfungsi tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana turut mengungkap langkah jemput bola yang dilakukan Dinas Pendidikan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengajak masyarakat yang sempat putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Program ini menyasar warga yang tidak mampu atau terkendala kondisi ekonomi agar tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Harapan kami tidak ada lagi anak-anak di Kota Cimahi yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan ekonomi,” ucapnya.

Pemkot Cimahi, lanjut Ngatiyana, juga memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sebagai bentuk investasi jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah prioritas utama. Saya bersama Pak Wakil berkomitmen penuh untuk mengedepankan pembangunan SDM sebagai fondasi masa depan Kota Cimahi,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Ngatiyana mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hardiknas 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi demi memastikan seluruh anak di Kota Cimahi memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bergerak bersama, bergotong royong, dan bekerja nyata mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya. (Bagdja).

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Exit mobile version