InformatikaRagam DaerahTeknologi

Bupati Bandung KDS Temui Kementerian PU, Dorong Solusi Banjir, Kemacetan hingga Akses Tol Baru

109
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kedua dari kiri) berfoto bersama di kementrian PU TR, Jakarta, Selasa (5/5/26).

Jakarta/ secondnewsupdate.co.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS (KDS) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bandung.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi strategis bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pertemuan itu menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menyinkronkan program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah demi menghadirkan infrastruktur yang merata, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, KDS menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau daerah pinggiran hingga pelosok desa.

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna yang akrab dipanggil Kang DS Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi strategis bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta, Senin (4/5/2026).

“Ini bagian dari ikhtiar kami menjemput bola ke pemerintah pusat, agar pembangunan di Kabupaten Bandung bisa berjalan lebih cepat, merata, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar KDS.

Usulkan Exit Tol Baru hingga Flyover untuk Urai Kemacetan
Dalam audiensi tersebut, Dadang Supriatna membawa sejumlah usulan strategis yang dinilai krusial untuk mengatasi berbagai persoalan infrastruktur di Kabupaten Bandung.

Beberapa proyek prioritas yang diajukan di antaranya pembangunan Exit Tol Getaci Segmen Tegalluar sebagai penyambung jalur bebas hambatan sekaligus pembukaan akses baru melalui Tol Katapang.

Selain itu, Pemkab Bandung juga mengusulkan pembangunan Flyover Bojongsoang dan Flyover Kopo sebagai solusi mengurai kemacetan kronis yang selama ini kerap terjadi di dua kawasan padat kendaraan tersebut.

Upaya optimalisasi akses jalan tol juga menjadi perhatian, salah satunya melalui pembangunan On/Off Ramp dan Overpass Tol Soroja STA 1+950.

Tak hanya itu, KDS juga mendorong aktivasi Tol Gate KM 149 A Purbaleunyi menuju Cileunyi guna memperlancar mobilitas kendaraan dari dan menuju wilayah timur Kabupaten Bandung.

Jalan Lingkar dan Akses Strategis untuk Konektivitas Wilayah
Selain fokus pada penguraian kemacetan, KDS turut mengusulkan penguatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan Jalan Lingkar Majalaya.

Proyek ini dinilai penting untuk mendukung distribusi barang dan jasa sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan Majalaya.

Pemkab Bandung juga mengajukan pembangunan akses strategis Tol Soroja – Ciwidey – Cidaun yang diharapkan dapat membuka konektivitas baru antara Kabupaten Bandung dengan wilayah selatan Jawa Barat.

Menurut KDS, akses tersebut tak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Perbaikan Jalan dan Keselamatan Jadi Prioritas

Dalam usulan yang disampaikan, aspek keselamatan jalan juga mendapat perhatian serius.
Pemkab Bandung mendorong rekonstruksi Jalan Rancaekek – Majalaya yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, penataan perlintasan tidak sebidang pada jalur kereta api juga diajukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan sekaligus memperlancar arus kendaraan.

KDS menegaskan seluruh usulan tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat berdasarkan kondisi lapangan.

“Semua program ini kami susun untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari mengurai kemacetan, memperlancar distribusi ekonomi, hingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Optimistis Infrastruktur Kabupaten Bandung Bisa Dipercepat

Menurut KDS, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian PU, Pemkab Bandung optimistis berbagai persoalan seperti kemacetan, keterbatasan akses jalan, dan konektivitas antarwilayah dapat ditangani secara bertahap dan terukur.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis persoalan kemacetan, akses jalan, hingga konektivitas wilayah dapat segera ditangani,” pungkasnya. (Apih)

Exit mobile version