SNU//Garut — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemandirian warga binaan melalui program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program ini menjadi langkah strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan serta jiwa kewirausahaan agar siap kembali dan mampu berdaya saing di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Kegiatan pembinaan UMKM dikemas dalam bentuk diskusi, pelatihan, serta dialog interaktif yang menghadirkan jajaran pemasyarakatan dan mitra terkait. Bertempat di lingkungan Lapas Kelas IIA Garut, kegiatan berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh antusiasme.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha, inovasi produk, pemasaran, hingga pentingnya manajemen keuangan sederhana bagi pelaku UMKM.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan.
Menurutnya, warga binaan tidak hanya dibina dari sisi mental dan kepribadian, tetapi juga perlu dibekali kemampuan praktis yang memiliki nilai ekonomis.
“Melalui pembinaan UMKM ini, kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha secara mandiri setelah bebas nanti,” ujarnya.
Berbagai produk hasil karya warga binaan turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kerajinan tangan, olahan makanan, hingga produk kreatif lainnya.
Produk-produk itu merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang selama ini dilakukan Lapas Garut dengan melibatkan instruktur serta dukungan dari pihak eksternal.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab warga binaan.
Pihak Lapas menegaskan bahwa pembinaan UMKM sejalan dengan program nasional pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan, bukan semata-mata penghukuman.
Dengan adanya pelatihan kewirausahaan, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Garut berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah daerah dan pelaku usaha, guna memperkuat pembinaan UMKM di dalam lapas.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk warga binaan sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi mereka.
Melalui pembinaan UMKM yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Garut optimistis dapat mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan semangat baru, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (Agung)
