EkonomiHukumRagam Daerah

Lapas Kelas IIA Garut Kembangkan Program Pemberdayaan Warga Binaan, Produk Coco Fiber Tembus Pasar Eropa

205
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa pihaknya melibatkan warga binaan dalam berbagai kegiatan produktif, mulai dari pengelolaan peternakan ayam petelur, kegiatan berkebun, hingga produksi kerajinan bernilai ekspor.

Garut//secondnewsupdate.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus mengembangkan program pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mandiri setelah kembali ke masyarakat. 

Salah satu produk unggulan bahkan telah menembus pasar internasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa pihaknya melibatkan warga binaan dalam berbagai kegiatan produktif, mulai dari pengelolaan peternakan ayam petelur, kegiatan berkebun, hingga produksi kerajinan bernilai ekspor.

Salah satu produk utama yang menjadi kebanggaan Lapas Garut adalah coco fiber choir shade berbahan dasar serabut kelapa. Produk ini telah berhasil masuk pasar Eropa dan mendapatkan respons positif.

“Sepanjang tahun ini sebanyak 200 warga binaan mengikuti program ini. Mereka telah memproduksi sekitar 8.500 keping choir shade dan mengekspornya hingga 10 kali ke pasar Eropa,” ujar Rusdedy, Jum’at (2/1/2026).

Selain memberikan bekal keterampilan, program pemberdayaan ini juga memberi dampak ekonomi langsung bagi warga binaan. Sepanjang tahun 2025, Lapas Kelas IIA Garut telah membayarkan upah sebesar Rp202 juta kepada warga binaan yang terlibat dalam program produktif tersebut.

“Selain profit, harapan besar kami adalah mereka bisa mandiri dan kembali ke masyarakat dengan keahlian baru setelah bebas,” tambahnya.

Di sisi lain, Rusdedy menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan Lapas. Pihaknya tidak mentoleransi pelanggaran yang dilakukan warga binaan.

Sebanyak 138 narapidana kasus narkoba telah dipindahkan ke lapas dengan tingkat pengamanan maksimum karena terbukti melakukan pelanggaran berulang, termasuk upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas.

“Sebelum pemindahan, kami tetap melakukan pembinaan. Namun karena pelanggaran terjadi berulang, langkah tegas harus dilakukan. Ada juga napi perkara lain yang dipindahkan karena berulangkali menyelundupkan ponsel,” tegasnya.

Rusdedy menegaskan, langkah ini merupakan bentuk komitmen Lapas Garut untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan program pembinaan berjalan optimal.

(Agung)

Exit mobile version