Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 calon siswa jenjang SMP dan SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Tahun Ajaran 2026/2027 dalam kegiatan Sarasehan Bupati Tangerang bersama calon siswa di Aula Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kamis (13/8/2026).
Pelepasan tersebut menjadi bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum para siswa memulai proses pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan itu, Maesyal menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu mengembangkan potensi mereka,” ujar Maesyal.
Ia meminta pelaksanaan MPLS tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial bagi siswa baru. Menurutnya, masa pengenalan sekolah harus menjadi pintu awal untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus membangkitkan semangat belajar.
“Saya minta seluruh panitia dan tenaga pendidik mempersiapkan MPLS dengan sebaik-baiknya. Pastikan anak-anak kita merasa nyaman, aman, gembira, dan antusias ketika pertama kali memasuki Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Maesyal juga mengingatkan agar MPLS dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip ramah anak dan inklusif. Ia menegaskan tidak boleh ada perundungan, kekerasan, maupun praktik senioritas yang berlebihan selama kegiatan berlangsung.
Selain menciptakan suasana belajar yang nyaman, MPLS diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun karakter siswa. Nilai religius, kedisiplinan, gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara, kata Maesyal, harus mulai ditanamkan sejak hari pertama.
“Karakter harus dibangun sejak awal. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Maesyal juga meminta para tenaga pendidik memanfaatkan masa persiapan untuk mengenali bakat, minat, dan potensi setiap siswa.
Hal tersebut dinilai penting agar proses pembelajaran nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masing-masing peserta didik.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kenali bakat, minat, dan kemampuan mereka sejak awal agar bisa dikembangkan secara optimal,” pintanya.
Di hadapan calon siswa dan tenaga pendidik, Maesyal berharap MPLS menjadi awal yang positif untuk membangun kepercayaan diri serta semangat belajar para peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang telah menerima amanah untuk mendidik para siswa.
“Selamat bertugas kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Mari bersama-sama memberikan pendidikan terbaik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mengantarkan anak-anak kita meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 telah dilepas oleh Bupati Tangerang.
Para siswa juga menerima bingkisan berupa suvenir, mukena bagi siswa perempuan, sarung bagi siswa laki-laki, serta uang saku sebesar Rp500.000 per orang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Insyaallah, Bapak Bupati akan hadir dalam acara MPLS di Poltek Curug. MPLS ini secara khusus metodenya langsung dari Kementerian Sosial dan akan dilaksanakan selama satu minggu,” jelas Aziz.
Menurut Aziz, pelaksanaan MPLS akan didampingi lima alumni Akademi Militer (Akmil).
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, menjaga kebersihan, serta membangun sikap dan tata krama para siswa.
Setelah MPLS selesai, proses pembelajaran akan dilanjutkan sesuai dengan teknis pendidikan yang telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Salah satu calon siswi, Siti Syahla Fauziyyah, asal Kecamatan Sindang Jaya, mengaku bahagia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Alumni Pesantren Darul Muttaqin 2 itu berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya merasa senang bisa terpilih di antara murid-murid yang lain dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujar Siti.
Ia mengungkapkan memiliki cita-cita menjadi seorang pilot. Karena itu, Siti berharap pendidikan yang ditempuh di Sekolah Rakyat dapat membantu mengembangkan kemampuan dan membuka jalan untuk mewujudkan cita-citanya.
“Terima kasih kepada Bupati Tangerang yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-cita di masa depan,” ucapnya. (Dia)
















