BeritaInformatikaPendidikanRagam Daerah

Literasi Cimahi Digeber! Disarpusda Perkuat Perpustakaan Sekolah dan Bidik Budaya Baca Masyarakat

1868
Secara simbolis Kepala Dinas Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi, Dyah Ajuni Lukitosari (tengah) didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi, (kiri) menyerahkan buku sebagai upaya untuk membangun budaya membaca di Kota Cimahi terus digencarkan.

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Upaya membangun budaya membaca di Kota Cimahi terus digencarkan.

Digencarkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi, tidak hanya mendorong sekolah memperkuat pengelolaan perpustakaan, tetapi juga mulai memperluas gerakan literasi melalui penguatan data dan kolaborasi bersama komunitas.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, yang sekaligus dirangkai dengan sosialisasi Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Cimahi.

Kegiatan ini melibatkan para pengelola perpustakaan sekolah tingkat SMP dan MI se-Kota Cimahi. 

Sejumlah pegiat serta komunitas literasi juga turut ambil bagian, menandai pentingnya keterlibatan berbagai elemen dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas (Disarpusda) Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi, serta perwakilan organisasi dan komunitas literasi. Kamis (8/10/2026).

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan kegiatan yang semata-mata bertujuan memberikan penilaian kepada perpustakaan sekolah.

Di antaranya Ketua ATPUSI Kota Cimahi, Eti dari SDN Padasuka Mandiri 2, Ketua Dewan Literasi Kota Cimahi (DLKC) Sammy, Ketua Forum TBM Kota Cimahi Febri, serta perwakilan Komunitas Hayu Maca, Idon, yang akrab dipanggil Mang Idon.

Disarpusda: Perpustakaan Sekolah Tak Boleh Berhenti Berubah

Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari menilai keberadaan perpustakaan sekolah mempunyai posisi penting dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.

Menurutnya, perpustakaan sekolah pada era sekarang tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku. 

Perpustakaan harus mampu berkembang menjadi ruang pembelajaran yang aktif, nyaman, kreatif, sekaligus mampu mengikuti kebutuhan peserta didik.

“Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus menjadi ruang belajar yang hidup, menarik, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik,” ujar Dyah.

Ia menegaskan, hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap perpustakaan sekolah semestinya tidak berhenti pada penilaian administrasi maupun pemetaan kekurangan.

Sebaliknya, hasil tersebut harus menjadi pijakan untuk menyusun langkah pembenahan secara berkelanjutan.

Dyah juga menilai pembangunan budaya literasi membutuhkan kerja bersama. 

Pemerintah, sekolah, organisasi profesi, komunitas, Forum TBM hingga masyarakat harus memiliki ruang kolaborasi agar gerakan literasi tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita ingin membangun ekosistem literasi yang saling terhubung. Sekolah memiliki perpustakaan, masyarakat memiliki komunitas literasi, dan pemerintah hadir memberikan dukungan serta fasilitasi,” katanya.

Menurut Dyah, apabila berbagai unsur tersebut mampu bergerak dalam satu arah, manfaatnya akan jauh lebih besar dalam meningkatkan budaya membaca masyarakat Kota Cimahi.

Monev Bukan Sekadar Mencari Kekurangan Perpustakaan

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan kegiatan yang semata-mata bertujuan memberikan penilaian kepada perpustakaan sekolah.

Literasi Cimahi Digeber! Disarpusda Perkuat Perpustakaan Sekolah dan Bidik Budaya Baca Masyarakat

Lebih dari itu, Monev menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perpustakaan sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

“Monev bukan sekadar menilai atau melihat kekurangan perpustakaan sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil Monev tersebut kita tindak lanjuti menjadi langkah perbaikan,” ungkap Rusli.

Ia berharap setiap perpustakaan sekolah dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan, menghidupkan layanan, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

Rusli juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap TKM dan IPLM. Menurutnya, pembangunan literasi membutuhkan pijakan data sehingga program yang dibuat tidak hanya berdasarkan perkiraan atau asumsi.

“Data dan indikator literasi dapat menggambarkan kondisi masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap TKM dan IPLM menjadi penting, termasuk bagaimana perpustakaan sekolah dapat mengambil peran dalam membangun budaya gemar membaca,” jelasnya.

Disarpusda Buka Survei TKM 2026, Warga Cimahi Diajak Ikut Berpartisipasi

Selain penguatan perpustakaan sekolah, Disarpusda Kota Cimahi juga mensosialisasikan Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Masyarakat Kota Cimahi Tahun 2026.

Survei tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kegemaran membaca masyarakat Kota Cimahi. 

Hasilnya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam merancang program pembudayaan kegemaran membaca dan pengembangan perpustakaan.

Disarpusda mengajak masyarakat yang berdomisili di Kota Cimahi dan telah berusia minimal 15 tahun untuk berpartisipasi menjadi responden.

Masyarakat diminta mengisi kuesioner secara jujur dan objektif berdasarkan pengalaman serta kondisi yang dirasakan masing-masing.

Survei TKM Kota Cimahi 2026 dapat diakses melalui:

https://s.id/SurveyTKM2026.

Partisipasi masyarakat dinilai penting karena semakin banyak responden yang terlibat, semakin kuat pula data yang dapat digunakan untuk membaca kondisi literasi di Kota Cimahi.

Komunitas Literasi Jadi Motor Penggerak

Penguatan budaya literasi juga tidak dapat dilepaskan dari keberadaan komunitas dan pegiat literasi yang selama ini bergerak di tengah masyarakat.

Kehadiran ATPUSI, Dewan Literasi Kota Cimahi, Forum TBM, Komunitas Hayu Maca, sekolah serta berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan literasi.

Literasi pun tidak lagi sebatas aktivitas membaca buku. Gerakannya dapat dikembangkan melalui diskusi, kegiatan edukatif, kreativitas, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai aktivitas yang membuat ruang baca semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan dan komunitas menjadi salah satu kunci agar gerakan literasi dapat berlangsung secara konsisten dan memiliki dampak nyata.

Bangun Cimahi sebagai Kota yang Semakin Literat

Penuh dengan kekeluargaan dan silaturahmi dengan keakraban, Disarpusda Kota Cimahi, tidak hanya mendorong sekolah memperkuat pengelolaan perpustakaan, tetapi juga mulai memperluas gerakan literasi melalui penguatan data dan kolaborasi bersama komunitas.

Melalui tindak lanjut Monev, penguatan pengelolaan perpustakaan sekolah, sosialisasi TKM-IPLM serta pelaksanaan Survei TKM 2026, Disarpusda Kota Cimahi berupaya membangun fondasi literasi yang tidak hanya kuat di lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat.

Gerakan tersebut diharapkan mampu melahirkan perpustakaan yang semakin aktif, komunitas yang semakin kreatif, serta masyarakat yang semakin memiliki budaya membaca dan belajar.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, literasi di Kota Cimahi diharapkan tidak berhenti sebagai program, melainkan tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Perpustakaan diperkuat, komunitas digerakkan, budaya membaca ditumbuhkan. Dari ekosistem literasi yang kuat, Cimahi didorong menjadi kota yang semakin cerdas, produktif dan literat. Salam Literasi. (Bagdja)

Exit mobile version