BeritaPeristiwaRagam DaerahSosial

Longsor Tutup Saluran Irigasi di Sukawening Garut, Polisi dan Warga Bergerak Cepat Lakukan Gotong Royong

162
Aparat kepolisian dari Polsek Sukawening bersama warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsor.

Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id –Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, menyebabkan terjadinya longsor di Kampung Jembatan Dua, Desa Maripari, pada Minggu (25/1/2026). 

Longsor tersebut menutup saluran irigasi pertanian yang menjadi sumber pengairan utama bagi area persawahan warga.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan dengan tinggi sekitar 3 meter dan panjang kurang lebih 12 meter menutupi aliran sungai irigasi. 

Akibatnya, pasokan air ke persawahan di Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, serta Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, sempat terganggu dan berpotensi berdampak pada sektor pertanian.

Menanggapi kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Sukawening bersama warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsor.

Gotong royong dilakukan guna mempercepat pemulihan aliran air sekaligus mencegah dampak lanjutan terhadap tanaman padi yang tengah memasuki masa pertumbuhan.

Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardina, mengatakan kehadiran anggota kepolisian di lokasi merupakan bentuk kepedulian Polri serta sinergi bersama masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

“Anggota kami bersama warga bahu-membahu membersihkan material longsor agar saluran irigasi kembali berfungsi dan kebutuhan air untuk sawah warga dapat terpenuhi,” ujarnya.

Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan alat angkut.

Meski kondisi medan cukup licin dan berat akibat sisa hujan, semangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan warga tetap terjaga hingga saluran irigasi berhasil dibuka dan aliran air kembali normal.

Warga setempat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian bersama masyarakat. 

Mereka menilai jika saluran irigasi dibiarkan tertutup terlalu lama, hal tersebut dapat berdampak serius pada pertumbuhan tanaman padi dan hasil panen.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras. Mengingat wilayah Sukawening termasuk daerah rawan longsor, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi bencana lainnya.

Dengan adanya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan penanggulangan dampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keselamatan serta kesejahteraan bersama. (Agung)

Exit mobile version