BeritaSosial

LPER Sumut Minta Pemerintah Intervensi Tekan Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

185

SNU//Medan – Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Sumatera Utara, Ir Ronald Naibaho, MSi, meminta pemerintah melakukan intervensi untuk menurunkan harga kebutuhan pokok sebagai upaya menanggulangi inflasi yang masih menjadi persoalan di Sumut. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Diskusi Kelompok Masyarakat Rentan Bersama LPER Sumut bertema “Penanggulangan Inflasi Daerah Sumut” di AW Cafe, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (14/11).

“Dalam diskusi ini kami ingin melihat dampak inflasi melalui kaum ibu-ibu dan kelompok masyarakat rentan seperti penyapu jalan. 

Ternyata benar, banyak keluhan terkait kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu kami berharap pemerintah segera melakukan intervensi dan memiliki kebijakan yang tepat dalam menyikapi kondisi ini,” jelas Ronald Naibaho.

Diskusi yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut terdiri dari kelompok masyarakat rentan dan mahasiswa. 

Ronald mengungkapkan bahwa ekonomi masyarakat saat ini “memang sedang tidak baik-baik saja”, sehingga diperlukan peran semua pihak dalam mengatasi kondisi tersebut.

“Biasanya jelang hari-hari besar, harga kebutuhan pokok melonjak. Kami imbau masyarakat untuk hemat dan bijak dalam menggunakan uang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat juga harus percaya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) serta para pemangku kepentingan dalam mencari solusi efektif untuk mengendalikan inflasi daerah.

Ketua Panitia, Ilham Fauji Munthe, SE, ME, mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara-cara menanggulangi inflasi, sekaligus membantu Pemprovsu dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi.

Ia menyebut forum semacam ini penting untuk menyerap langsung keluhan dan persoalan yang dialami kelompok masyarakat rentan akibat tingginya harga pangan.

Selain diskusi, penyelenggara juga membagikan paket sembako berupa telur dan cabai merah kepada 200 penerima manfaat, yang terdiri dari masyarakat rentan. Pembagian dilakukan di lokasi acara dan kawasan Marindal.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan yang paling terdampak oleh inflasi. (Rizky)

Exit mobile version