BeritaInformatikaRagam DaerahTeknologi

Underpass Gatot Subroto Cimahi Segera Dibangun, Proyek Rp150 Miliar Masuk Tahap Lelang

972
Rencana pembangunan underpass baru di Jalan Gatot Subroto kini mulai memasuki tahap lelang proyek oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Cimahi. Rencana pembangunan underpass baru di Jalan Gatot Subroto kini mulai memasuki tahap lelang proyek oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam sistem LPSE Provinsi Jawa Barat, proyek strategis tersebut memiliki nilai pagu anggaran mencapai Rp150 miliar. Sementara itu, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp130,13 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengungkapkan bahwa proses lelang saat ini tengah berjalan dan ditargetkan memasuki tahap penandatanganan kontrak pada Juli 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengungkapkan bahwa proses lelang saat ini tengah berjalan dan ditargetkan memasuki tahap penandatanganan kontrak pada Juli 2026.

“Informasi yang kami terima memang sudah masuk proses lelang. Kalau sesuai jadwal, seharusnya pada 21 Juli nanti sudah dilakukan penandatanganan kontrak,” ujarnya. Selasa (26/5/2026)

Menurut Wilman, pembangunan underpass tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. 

Sementara Pemerintah Kota Cimahi telah menuntaskan proses pembebasan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut.

Pemkot Cimahi disebut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp36 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan di area pembangunan underpass.

“Untuk lahan dari kami sudah selesai, nilainya sekitar Rp36 miliar. Mudah-mudahan proses lelang berjalan lancar sehingga pembangunan fisiknya bisa segera dimulai,” katanya.

Dalam dokumen lelang, proyek pembangunan underpass itu direncanakan memiliki masa pengerjaan selama 165 hari kalender.

Keberadaan underpass di Jalan Gatot Subroto dinilai sangat mendesak untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas yang semakin tinggi. Salah satu pemicunya ialah meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api feeder penghubung penumpang Whoosh dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung dan sebaliknya.

Tingginya intensitas perjalanan kereta membuat pintu perlintasan sebidang di kawasan tersebut semakin sering ditutup. Kondisi itu berdampak langsung terhadap antrean kendaraan dan kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk.

Wilman menegaskan, pembangunan underpass juga menjadi bagian dari upaya menghapus perlintasan sebidang sebagaimana ketentuan dari Kementerian Perhubungan.

“Selain mengurangi kemacetan, tujuan utamanya juga untuk meningkatkan keselamatan masyarakat karena sekarang pergerakan kereta sangat padat. Bahkan setiap seperempat jam sudah ada kereta feeder atau kereta lain yang melintas,” jelasnya.

Dengan hadirnya underpass baru ini, diharapkan mobilitas warga Cimahi menjadi lebih lancar sekaligus mampu menekan risiko kecelakaan di kawasan perlintasan rel kereta api. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Exit mobile version