Pandeglang/ secondnewsupdate.co.id – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sindang Karaya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, terus menjadi sorotan publik.
Hingga Minggu (12/7/2026), pihak Konsultan Manajemen Balai (KMB) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3) belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan.
Permintaan klarifikasi dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada pihak KMB pada Minggu (12/7/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun penjelasan resmi terkait sejumlah pertanyaan yang diajukan.
Konfirmasi tersebut diajukan menyusul berkembangnya informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya ketidaksesuaian teknis dalam pelaksanaan proyek P3-TGAI dengan nilai anggaran sebesar Rp195 juta.
Salah satu dugaan yang menjadi perhatian adalah pembangunan pondasi saluran irigasi yang disebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya diterapkan.
Dalam permintaan klarifikasi, terdapat lima poin utama yang dimintakan penjelasan kepada pihak KMB.
Pertama, apakah tim pengawas menemukan adanya ketidaksesuaian teknis selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Kedua, apakah telah diberikan arahan atau rekomendasi perbaikan kepada pelaksana proyek apabila ditemukan kekurangan.
Selanjutnya, konfirmasi juga meminta penjelasan mengenai kesesuaian dokumen administrasi dan pelaksanaan pekerjaan dengan pedoman Program P3-TGAI, mekanisme pencairan dana proyek, serta kemungkinan dilakukan pemeriksaan ulang terhadap hasil pekerjaan guna memastikan kualitas konstruksi dan keamanan bangunan dalam jangka panjang.
Sejumlah warga berharap pihak berwenang segera turun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan dan anggaran negara dimanfaatkan secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Masyarakat juga berharap saluran irigasi yang dibangun benar-benar memiliki kualitas konstruksi yang baik sehingga dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak KMB BBWS Cidanau Ciujung Cidurian belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan resmi dari pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (Sanan)
