HukumKriminal

Malam Minggu Digempur KRYD, Polres Garut Kerahkan 475 Personel Gabungan, 20 Terduga Preman dan Puluhan Knalpot Brong Ditindak

124
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, pimpinan pelaksanaan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) itu melibatkan personel Polres Garut, jajaran Polsek, Brimob, TNI, Denpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga unsur pemerintah kecamatan. Operasi difokuskan pada pemberantasan aksi premanisme, balap liar, geng motor, peredaran minuman keras, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat. pada Sabtu (25/7/2026) malam.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Polres Garut menunjukkan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan mengerahkan sebanyak 475 personel gabungan dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (25/7/2026) malam. 

Operasi berskala besar tersebut digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polres Garut untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang kerap meningkat pada akhir pekan.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, itu melibatkan personel Polres Garut, jajaran Polsek, Brimob, TNI, Denpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga unsur pemerintah kecamatan.

Operasi difokuskan pada pemberantasan aksi premanisme, balap liar, geng motor, peredaran minuman keras, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

Petugas menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan perkantoran pemerintahan seperti Kantor DPRD Kabupaten Garut, Kantor Bupati Garut, Pendopo Garut, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga ruas jalan yang rawan dijadikan arena balap liar maupun tempat berkumpul kelompok bermotor.

Selain patroli rutin, aparat juga menggelar Patroli Blue Light di sejumlah jalur rawan sebagai langkah preventif untuk mencegah aksi geng motor, premanisme, dan kejahatan jalanan sesuai Maklumat Kapolda Jawa Barat.

Dalam pelaksanaannya, personel turut menerapkan metode Park, Walk and Talk, yaitu berdialog langsung dengan masyarakat guna memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, seperti pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Petugas juga mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan terlarang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, serta mengimbau para remaja mematuhi kebijakan jam malam sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat. 

Warga pun diajak aktif melaporkan apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas di lingkungannya.

Tak hanya mengedepankan pendekatan persuasif, petugas juga melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang dinilai mengganggu ketertiban umum. 

Seluruh Polsek jajaran turut mengintensifkan sosialisasi pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Hasil operasi menunjukkan sejumlah pelanggaran berhasil ditindak. Petugas mengamankan 19 botol minuman keras, menindak 25 kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta mengamankan 20 orang yang terindikasi melakukan aktivitas premanisme. 

Seluruhnya telah didata dan diberikan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hasil pemantauan arus lalu lintas di jalur nasional Limbangan-Malangbong, Kadungora-Tarogong-Cilawu, kawasan perkotaan Garut, hingga akses menuju objek wisata berlangsung ramai namun tetap lancar. 

Tidak ditemukan kemacetan maupun hambatan yang signifikan.

Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah destinasi wisata favorit, seperti Cipanas, Darajat, Situ Bagendit, Santolo, dan Sayang Heulang. Berdasarkan data monitoring, selama pelaksanaan KRYD tercatat sebanyak 5.919 wisatawan berkunjung ke berbagai objek wisata di Garut dengan 1.880 kendaraan yang masuk ke kawasan wisata.

Yugi menegaskan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan bentuk nyata kehadiran aparat negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga.

“KRYD dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui patroli preventif, penegakan hukum secara humanis, serta sinergi bersama TNI dan pemerintah daerah, kami berupaya memastikan situasi keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Yugi.

Polres Garut memastikan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan, menciptakan lingkungan yang kondusif, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut.  (Agung)

Exit mobile version