BeritaSosial

Mantan Warga Binaan Kembali ke Lapas, GAM dan SAPMA Salurkan 500 Paket Peralatan Mandi untuk Penghuni Lapas Tasikmalaya

114
Ketua GAM Tasikmalaya Hasdist Munawir Al Asyary menyerahkan paket bantuan langsung kepada Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Ismet Sitorus, Kamis(18/6/2026). (Foto:Krist)

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Sebuah aksi kemanusiaan penuh makna berlangsung di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya ketika Gerakan Ajengan Muda (GAM) bersama SAPMA Pemuda Pancasila menyalurkan 500 paket peralatan mandi kepada warga binaan. 

Kegiatan yang mengusung tema Wawasan Kebangsaan ini menjadi simbol kuat bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas, bahkan mampu menembus tembok lembaga pemasyarakatan.

Aksi sosial tersebut menjadi semakin istimewa karena dipimpin langsung oleh Ketua GAM Tasikmalaya, Hasdist Munawir Al Asyary, yang juga merupakan mantan warga binaan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. 

Kehadirannya membawa pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit, berubah, dan kembali memberi manfaat bagi sesama.

Sebanyak 500 paket peralatan mandi diserahkan secara simbolis kepada Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi GAM, SAPMA, serta dukungan dari PT Primajasa yang turut berkontribusi dalam mewujudkan kegiatan sosial tersebut.

Menurut Hasdist, bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi warga binaan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan selama menjalani masa pembinaan.

“Kami datang membawa harapan. Paket peralatan mandi ini mungkin sederhana, namun kami yakin akan menjadi sarana menjaga kebersihan dan kesehatan warga binaan selama menjalani masa pidana. Kebersihan adalah awal kebangkitan,” ujarnya.

Hasdist mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya karena pernah menjalani masa pembinaan di tempat tersebut.

Baginya, kunjungan kali ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk berbagi dan memberikan motivasi kepada warga binaan yang saat ini tengah menjalani proses pembinaan.

“Saya alumni Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Saya merasa pulang ke rumah sendiri. Insya Allah saya mewakili GAM sekaligus mendistribusikan amanah dari PT Primajasa berupa 500 paket peralatan mandi,” ungkapnya.

Kolaborasi antara GAM yang bergerak di bidang sosial dan tarbiah dengan SAPMA yang membawa semangat kebangsaan dinilai mampu menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih humanis. 

Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menerima bantuan fisik, tetapi juga mendapatkan dukungan moral serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Tema wawasan kebangsaan yang diangkat dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa warga binaan tetap merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki hak untuk memperoleh pembinaan, perhatian, dan kesempatan memperbaiki masa depan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan GAM, SAPMA, dan PT Primajasa. 

Menurutnya, bantuan peralatan mandi sangat membantu mendukung program kebersihan dan kesehatan di lingkungan lapas.

Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian dari masyarakat luar juga memberikan dampak psikologis positif bagi warga binaan. 

Mereka merasa masih diperhatikan dan memiliki harapan untuk kembali diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Ke depan, Hasdist berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahun. 

Ia menegaskan bahwa Lapas Kelas IIB Tasikmalaya akan tetap menjadi salah satu fokus utama kegiatan sosial GAM karena adanya ikatan emosional yang kuat serta komitmen untuk terus mendukung proses pembinaan warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik. (Krist)

Exit mobile version