BeritaHukumKriminalPolitikRagam Daerah

Massa PMII akan Kepung Mapolresta Bandung dan Gedung DPRD

1213
Sejak Sabtu 30 Agustus 2925, gedung DPRD Kabupaten Bandung sudah dijaga ketat Satpol PP.

SNU//Kab. Bandung – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung akan melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolresta Bandung dan gedung DPRD Kabupaten Bandung, Senin (1/9/2025). besok.

Dalam aksi itu  tidak kurang dari 300 massa dari PMII. Mereka datang ke Soreang untuk dua lokasi di jalan Bhayangkara desa Soreang dan gedung DPRD jalan Soreang desa Pamekaran kecamatan Soreang. 

Surat yang ditandatangani oleh Ketua pimpinan aksi Selaku Ketua Cabang PMII Taufikurrahman dan sekretarisnya D. Abdul Hamid A. menyampaikan bahwa permohonan izin ini disampaikan untuk Pimpinan Kepolisian Resort Kota Bandung dan Gedung DPRD.

Surat yang dilayangkan kepada pihak Mapolresta Bandung yang tersebar di WA Grup

Sejak Sabtu 30 Agustus 2925, gedung DPRD Kabupaten Bandung sudah dijaga ketat Satpol PP. 

Hal itu disampaikan salah satu security gedung DPRD Kabupaten Bandung yang ditemui wartawan, Minggu (31/8/25). 

“Bahkan sejak awal di komplek Pemkab Bandung sudah diperintahkan agar dijaga ketat. Mulai dari gerbang komplek Pemkab Bandung hingga gedung DPRD. Kami juga  sejak malam kemarin berjaga-jaga di gedung DPRD sedangkan aparat Satpol PP berjumlah 30 orang, juga  berjaga jaga berikut kendaraan operasionalnya,”kata salah satu anggota security, kemarin. 

Begitupula menurut salah seorang anggota polisi yang berjaga di lokasi mengatakan, penjagaan ketat seiring dengan akan ada demo dari PMII itu. Pihaknya menghawatirkan demo tersebut ditungganginoleh oknum tak bertanggungjawab. 

“Kami siaga sejak pagi tadi kami berjaga dan lengkap dengan sejumlah peralatan bertugas. Bahkan di lokasi juga kami sediakan kawat berduri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karenanya dengan informasi ini sebagai aparat kemanan  tentu harus bertugas sesuai dengan SOP,”papar anggota Polisi tersebut, yang enggan disebutkan namanya itu. 

Pantauan wartawan di lapangan, pihak aparat kepolisian terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Baik dengan TNI, Satpol PP dan aparat yang lainnya. 
Namun demikian dari sejumlah informasi dari WA, Sosmed dan lainnya diimbau agar masyarakat menghindari lokasi yang akan digunakan untuk unjuk rasa tersebut. (Apih)

Exit mobile version