BeritaInformatikaRagam Daerah

May Day 2026 Kabupaten Bandung Meriah, Ribuan Buruh dan Pemkab Solid Jaga Harmoni hingga Soroti Krisis Sampah

109
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang akrab disapa KDS, menegaskan hubungan tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh di Kabupaten Bandung selama ini berjalan harmonis karena mengedepankan komunikasi dan kolaborasi.

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Ribuan buruh bersama Pemerintah Kabupaten Bandung memadati Gedung Moh. Toha Soreang dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 tingkat Kabupaten Bandung, Rabu (13/5/2026).

Perayaan May Day tahun ini berlangsung meriah, aman, dan penuh semangat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, serta pemerintah daerah.

Tak hanya menjadi momentum perjuangan kesejahteraan pekerja, peringatan Hari Buruh juga diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Industri, Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang akrab disapa KDS, menegaskan hubungan tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh di Kabupaten Bandung selama ini berjalan harmonis karena mengedepankan komunikasi dan kolaborasi.

“Tripartit di Kabupaten Bandung hubungannya relatif lancar dan baik sebab kami selalu mengedepankan kolaborasi untuk mencari solusi. Jadi antara pemerintah, APINDO, dan serikat buruh sering kumpul bersama dalam menyelesaikan masalah,” ujar KDS.

Menurutnya, pengusaha dan pekerja merupakan dua elemen penting yang saling mendukung pertumbuhan industri. Ketika perusahaan berkembang, kesejahteraan buruh juga harus meningkat.

“Kalau perusahaannya maju, buruh juga ikut sejahtera. Demikian juga ketika buruhnya sejahtera, perusahaan pasti maju. Maka hak-hak pekerja harus ditunaikan, misalnya dengan memberikan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” katanya.

Ia memastikan Pemkab Bandung terus mendorong seluruh perusahaan agar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja melalui pengawasan aktif dari Dinas Ketenagakerjaan.

“Disnaker sebagai pengawas di lapangan selalu melakukan monitoring dan menjalin komunikasi antara perusahaan dan buruh. Jika ada masalah, Disnaker cepat tanggap menjadi fasilitator,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada isu ketenagakerjaan, May Day 2026 juga menjadi panggung penguatan gerakan peduli lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, KDS menyoroti kondisi darurat sampah di Kabupaten Bandung yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara kapasitas pengolahan baru menyentuh 500 ton.

“Artinya masih ada sisa sekitar 1.300 ton. Makanya kita meminta kepada para perusahaan supaya minimal bisa mengolah sampah mereka sendiri,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bandung mendorong perusahaan menjadi pengguna RDF (Refuse Derived Fuel) hasil pengolahan sampah sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Pemkab bahkan menyiapkan insentif berupa pengurangan pajak tahunan bagi perusahaan yang menggunakan RDF.

“Jika perusahaan bersedia menggunakan RDF sebagai pengganti batu bara, kami dari pemerintah akan memberikan apresiasi berupa pengurangan pajak setiap tahunnya. Sejauh ini ada dua perusahaan yang sudah melakukan MoU dengan kami,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Bandung tengah menjalankan empat strategi utama dalam penanganan sampah, mulai dari mendukung pelaku usaha pengolahan sampah, memperkuat kerja sama dengan off-taker hasil pengolahan desa, mengajukan bantuan mesin pengolahan sampah ke kementerian, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Peringatan May Day 2026 di Kabupaten Bandung pun menjadi bukti bahwa perjuangan buruh tak hanya soal kesejahteraan, tetapi juga kontribusi nyata bagi lingkungan dan pembangunan daerah. (Apih)

Exit mobile version