Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineInformatikaRagam Daerah

Menang Satu Suara, Mujib Kuasai IJTI Jabar di Tengah Peta Kekuatan yang Terbelah

1052
×

Menang Satu Suara, Mujib Kuasai IJTI Jabar di Tengah Peta Kekuatan yang Terbelah

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Jawa Barat 2025 berubah menjadi arena pertarungan pengaruh.

SNU|Bandung,– Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Jawa Barat 2025 berubah menjadi arena pertarungan pengaruh. Mujib Prayitno menang tipis hanya satu suara atas Yosep, menggambarkan peta kekuatan internal IJTI Jabar yang terbelah nyaris sempurna, Kamis(27/11/2025).

Di balik forum lima tahunan yang diklaim sebagai pesta demokrasi jurnalis televisi ini, dinamika Musda memperlihatkan tarik-menarik kepentingan yang kuat. Sejumlah peserta menyebut bahwa pertarungan tak hanya terjadi di ruang sidang, tetapi juga dalam lobi-lobi informal yang intens sejak sehari sebelumnya.

Example 300x600

“Yang dipertarungkan bukan hanya figur, tapi arah organisasi ke depan,” ungkap salah satu peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kemenangan tipis ini dinilai sebagai kemenangan rapuh secara politik, karena basis dukungan Mujib dan Yosep terbelah nyaris seimbang. Kondisi ini membuat Mujib memimpin organisasi besar dengan legitimasi yang sangat tipis, sekaligus menghadapi tekanan untuk mampu merangkul kubu yang kalah.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengakui dinamika politik yang mengemuka dalam Musda, meski menyebutnya sebagai hal wajar dalam organisasi besar. “Kontestasi ini keras tapi fair. Ini menandakan organisasi ini hidup,” ujarnya.

Isu konsolidasi menjadi pekerjaan rumah besar. Jika tidak dikelola dengan baik, gesekan internal berpotensi menjadi konflik laten yang dapat memengaruhi arah kebijakan organisasi, terutama dalam menyikapi isu-isu strategis dunia pers dan industri media.

Pengamat komunikasi politik menilai hasil tipis ini juga bisa melahirkan dua arah: memperkuat demokrasi internal atau sebaliknya menimbulkan fragmentasi jika kepemimpinan baru gagal meramu kekuatan.

“Ini situasi klasik dalam politik organisasi. Menang tipis berarti tak ada ruang untuk arogansi,” kata seorang akademisi yang mengikuti dinamika Musda.

Mujib sendiri menyatakan siap memimpin dalam situasi penuh tantangan.
“Saya sadar ini bukan kemenangan besar. Ini amanah besar,” ujarnya singkat.

Dengan konfigurasi suara yang nyaris imbang, arah IJTI Jawa Barat lima tahun ke depan kini bergantung pada kemampuan Mujib menjaga stabilitas politik internal, meredam resistensi, dan membangun koalisi baru.

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600