Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Musyawarah Kabupaten (MUKAB) X Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem bisnis dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam agenda yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kecamatan Soreang, Mohamad Iqbal resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KADIN Kabupaten Bandung periode 2026-2031. Senin (11/5/2026).
Pengukuhan tersebut dihadiri jajaran pengurus KADIN Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, pelaku usaha, organisasi UMKM, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.
MUKAB X KADIN Kabupaten Bandung tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Peran KADIN Kabupaten Bandung Dalam Memperkuat Ekosistem Bisnis dan Ekonomi Daerah yang Lebih BEDAS, Inklusif dan Berkelanjutan.”
Tema tersebut menegaskan komitmen KADIN untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, UMKM, komunitas bisnis, dan sektor industri.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan KADIN harus menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bandung, mulai dari perusahaan besar hingga UMKM.
Menurutnya, KADIN memiliki peran strategis sebagai jembatan antara kepentingan dunia usaha dan pemerintah daerah.

“KADIN harus menjadi bapak bagi seluruh perusahaan dan pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.
Organisasi ini harus hadir memfasilitasi berbagai persoalan pengusaha kecil maupun menengah,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha berkaitan dengan akses permodalan, perbankan, pembiayaan, hingga perlindungan usaha.
Karena itu, KADIN didorong aktif membangun komunikasi dengan lembaga keuangan seperti bank Himbara dan Bank BJB.
Dadang juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan KADIN untuk meningkatkan investasi di Kabupaten Bandung.
“Bagaimana KADIN mau berkembang kalau jauh dari pemerintah daerah? Kita harus bersatu. Pemerintah dan KADIN punya tujuan sama, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung,” katanya.
Ia berharap kepemimpinan Mohamad Iqbal mampu membawa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung semakin meningkat dalam lima tahun mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Terpilih KADIN Kabupaten Bandung, Mohamad Iqbal, menyatakan kepengurusannya akan mengusung konsep KADIN Kolaboratif.
Konsep tersebut berfokus pada penguatan kerja sama lintas sektor dengan merangkul asosiasi bisnis, komunitas usaha, anggota luar biasa, hingga pelaku UMKM.
“Konsep besar kami adalah KADIN Kolaboratif. Kami ingin semua potensi ekonomi di Kabupaten Bandung bergerak bersama membantu pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Iqbal.
Ia menegaskan KADIN tidak boleh berjalan sendiri dan harus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Iqbal juga memberi perhatian khusus pada pengembangan UMKM, terutama dalam akses pemasaran, pembiayaan, dan jejaring usaha.
“Teman-teman UMKM jangan merasa sendiri. Kita akan dorong akses pemasaran, akses pendanaan, dan berbagai kebutuhan usaha lainnya melalui kolaborasi bersama KADIN,” ujarnya.
Ketua Umum KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengapresiasi proses MUKAB yang berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin muda untuk memimpin organisasi.
Menurutnya, Mohamad Iqbal memiliki potensi besar membawa KADIN Kabupaten Bandung menjadi organisasi yang lebih progresif dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
“Saya melihat Kang Iqbal memiliki kepemimpinan yang luar biasa. Apalagi Pemerintah Kabupaten Bandung juga sangat mendukung keberadaan KADIN,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee MUKAB X KADIN Kabupaten Bandung, Asep Komarudin, menjelaskan seluruh tahapan musyawarah telah berjalan selama sekitar 60 hari dan berlangsung sesuai aturan organisasi.
Mohamad Iqbal menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir pencalonan, sehingga ditetapkan sebagai Ketua Umum Terpilih sesuai tata tertib persidangan.
Usai pengukuhan, Mohamad Iqbal bersama empat formatur akan menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu maksimal 30 hari sebelum pelantikan lengkap dilaksanakan.
Dengan kepengurusan baru ini, KADIN Kabupaten Bandung diharapkan semakin aktif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, mendorong investasi, serta meningkatkan daya saing UMKM dan dunia usaha lokal. (Apih)
















