BeritaPolitikRagam Daerah

Muscab PAN Kabupaten Bandung Memanas! Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029, Mesin Politik Mulai Dipanaskan

135
H.Eep Jamaludin Sukmana, Ketua DPD PAN Kabupaten Bandung

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Bandung yang digelar di Kampung Sawah, Desa Cangkuang, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 91 kader PAN yang tergabung dalam tim formatur DPC PAN se-Kabupaten Bandung.

Hadir pula jajaran pengurus DPD PAN Kabupaten Bandung yang baru dilantik, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara hingga para pengurus lainnya.

Turut hadir anggota DPRD dari Fraksi PAN, di antaranya Nisya Ahmad selaku Anggota DPRD Jawa Barat. 

Kehadiran sejumlah tokoh PAN semakin menguatkan semangat konsolidasi, termasuk Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla, Ketua POK DPW PAN Jawa Barat Hazbullah, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Jawa Barat Prof Mahfud, serta salah satu pendiri PAN Kabupaten Bandung H. Kasjvul Anwar.

Muscab kali ini tidak sekadar menjadi agenda regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur partai sekaligus menyusun langkah politik menghadapi kontestasi lima tahun mendatang.

PAN Siap Hadapi Tantangan Politik Modern

Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla menegaskan bahwa PAN saat ini memiliki posisi strategis sebagai bagian dari pemerintahan. 

Oleh karena itu, seluruh kader didorong untuk aktif menyosialisasikan berbagai program dan capaian pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, program-program pemerintah yang menyentuh sektor ketahanan pangan, kesejahteraan petani, nelayan hingga penguatan ekonomi desa harus terus dikawal dan disampaikan secara utuh kepada publik.

“PAN telah berjuang selama kurang lebih 15 tahun hingga akhirnya menjadi bagian dari pemerintahan. Berbagai capaian pemerintah harus diketahui masyarakat. Karena itu kader PAN harus mampu menyampaikan informasi yang benar dan meluruskan informasi yang tidak sesuai fakta,” ujar Ivan.

Ia menambahkan, tantangan politik ke depan tidak hanya soal memperkuat organisasi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku pemilih, khususnya generasi muda yang kini lebih aktif di ruang digital.

Menurut Ivan, PAN mulai menggeser pola komunikasi politik dari pendekatan konvensional menuju strategi yang lebih modern dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital.

“Sekarang media sosial menjadi salah satu instrumen komunikasi paling efektif. Informasi bisa menyebar sangat cepat. Karena itu kader harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyampaikan program partai dan keberhasilan pemerintah,” katanya.

Selain itu, PAN juga terus mendorong regenerasi kader dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi kalangan muda dan perempuan untuk berperan aktif dalam organisasi maupun aktivitas politik.

Target 7 Kursi DPRD Kabupaten Bandung

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Bandung H. Eep Jamaludin Sukmana menegaskan bahwa Muscab menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mengevaluasi capaian partai pada Pemilu 2024.

Eep mengungkapkan bahwa PAN sebenarnya hampir meraih tambahan kursi di sejumlah daerah pemilihan pada Pemilu lalu. 

Namun, selisih suara yang sangat tipis membuat target tersebut belum berhasil diwujudkan.

“Masih ada kekurangan suara yang harus kami kejar. Di beberapa dapil, termasuk Dapil 3, PAN hanya kurang sedikit lagi untuk mendapatkan kursi tambahan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kami tuntaskan menjelang Pemilu 2029,” ujarnya.

Meski demikian, Eep optimistis target peningkatan kursi dapat diraih karena kondisi internal PAN Kabupaten Bandung saat ini dinilai sangat solid tanpa adanya konflik maupun perpecahan di tubuh partai.

“Modal utama kami adalah kekompakan. Semua kader memiliki semangat yang sama untuk membesarkan PAN. Dengan kondisi organisasi yang solid, kami optimistis target politik ke depan bisa tercapai,” katanya.

PAN Kabupaten Bandung menargetkan perolehan tujuh kursi DPRD Kabupaten Bandung pada Pemilu 2029. 

Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh struktur partai mampu bekerja secara terorganisasi hingga tingkat akar rumput.

Kader Harus Hadir Menjadi Solusi Masyarakat

Selain fokus meningkatkan perolehan kursi legislatif, PAN juga berkomitmen memperluas basis dukungan melalui program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi mikro.

Eep menegaskan bahwa kader PAN harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga serta menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kader PAN tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Kami ingin kader hadir, mendengar, dan ikut membantu menyelesaikan persoalan yang ada. Politik harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui Muscab DPC PAN se-Kabupaten Bandung ini, partai berlambang matahari tersebut berharap mampu memperkuat konsolidasi internal, memperluas basis pemilih, serta meningkatkan kesiapan organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan target kemenangan yang lebih besar. (Apih)

Exit mobile version