BeritaInformatikaRagam Daerah

Musim Kemarau, Babinsa Ingatkan Pengusaha Rosok Waspada Kebakaran

120
Babinsa Koramil 02/Musuk Kodim 0724/Boyolali, Peltu Suryo, mengingatkan para pelaku usaha pengepul barang bekas atau rosok agar meningkatkan langkah pencegahan kebakaran, khususnya bagi usaha yang menyimpan material mudah terbakar.

Jawa Tengah, Boyolali l secondnewsupdate.co.id – Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masyarakat terus ditingkatkan.

Babinsa Koramil 02/Musuk Kodim 0724/Boyolali, Peltu Suryo, mengingatkan para pelaku usaha pengepul barang bekas atau rosok agar meningkatkan langkah pencegahan kebakaran, khususnya bagi usaha yang menyimpan material mudah terbakar.

Imbauan tersebut disampaikan Suryo saat melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama Wahyu, salah seorang pengusaha pengepul rosok di Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Suryo, usaha pengepul barang bekas memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi. Tumpukan plastik, kardus, kertas serta berbagai material bekas lainnya merupakan bahan yang mudah terbakar, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang kering akibat musim kemarau.

“Memasuki musim kemarau, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah membesar dan menjalar. Karena itu, kami mengajak para pelaku usaha pengepul rosok untuk selalu waspada dan mengutamakan faktor keamanan,” ujar Suryo.

Ia juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan api dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Termasuk ketika membakar sampah, pelaku usaha maupun masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala. Pastikan api benar-benar mati dan tidak ada bara yang tersisa. Sedikit kelalaian bisa memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar,” tegasnya.

Peringatan tersebut juga menjadi semakin penting menyusul terjadinya kebakaran gudang kardus di wilayah Senting pada malam sebelumnya yang diduga dipicu korsleting listrik. 

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu api, Peltu Suryo mengimbau para pelaku usaha untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala. 

Kabel, stopkontak, sambungan listrik maupun peralatan elektronik yang sudah rusak sebaiknya segera diperbaiki atau diganti untuk mengurangi risiko korsleting.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Babinsa berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat.

Terlebih selama musim kemarau, kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi salah satu kunci untuk menjaga keamanan lingkungan serta mencegah kerugian akibat kebakaran. (Agus Kemplu)

Exit mobile version