KesehatanRagam Daerah

Bupati Garut Resmikan Klinik Utama Armina, Perkuat Layanan Ibu dan Anak serta Tekan AKI-AKB

114
Bupati Kabupaten Garut Abdusy Syakur Amin, meresmikan Klinik Utama Armina di Jalan Raya Samarang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id — Upaya memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut terus dilakukan. Salah satunya melalui hadirnya Klinik Utama Armina di Jalan Raya Samarang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang.

Klinik tersebut secara resmi diresmikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin pada Sabtu (22/8/2026). 

Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan medis yang lebih cepat, mudah dijangkau, sekaligus menjadi salah satu alternatif dalam mendukung upaya pemerintah daerah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Dalam peresmian tersebut, Syakur mengapresiasi langkah Pembina Klinik Utama Armina, dr. Helmi Budiman, yang turut berkontribusi memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Syakur, persoalan AKI dan AKB masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius. Terlebih, terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Garut yang masih mencatat angka kematian bayi relatif tinggi.

“Karena kita ini masih menghadapi tantangan dalam bidang penurunan AKI/AKB. Di sini juga ada satu wilayah, saya sebut Sukakarya AKI-nya tinggi dan bayinya tinggi, sehingga kita berharap bahwa ada alternatif bagi masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Syakur.

Ia menilai keberadaan Klinik Utama Armina menjadi bagian penting dalam memperluas pilihan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan, terutama bagi warga di wilayah Samarang dan sekitarnya.

Tak hanya memperluas akses layanan medis, keberadaan klinik tersebut juga menambah kapasitas tempat tidur rawat inap di Kabupaten Garut. 

Menurut Bupati, keterlibatan fasilitas kesehatan swasta sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Miliki Dua Dokter Spesialis dan 18 Tempat Tidur

Pembina Klinik Utama Armina, dr. Helmi Budiman, menjelaskan bahwa klinik utama memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas sesuai regulasi yang berlaku, termasuk memungkinkan penyediaan berbagai layanan spesialis.

Klinik Utama Armina saat ini telah memenuhi persyaratan minimal dengan menghadirkan dua dokter spesialis. Salah satunya merupakan dokter spesialis anak yang memiliki perhatian khusus terhadap persoalan tumbuh kembang anak.

“Di sini ada spesialis anak terutama spesialis anak yang lebih khusus ke arah bagaimana menangani tumbuh kembang, karena selama ini penanganan tumbuh kembang di Kabupaten Garut lebih banyak dirujuk ke Bandung,” kata Helmi.

Menurutnya, kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat Garut mendapatkan pemeriksaan dan penanganan tumbuh kembang anak tanpa harus selalu melakukan perjalanan ke luar daerah.

Selain layanan spesialis, Klinik Utama Armina juga menyediakan fasilitas rawat inap dengan kapasitas 18 tempat tidur.

“Di sini spesialis dua, karena syarat minimal klinik utama ini dua spesialis. Rawat inap ada,” ungkap Helmi.

Proses Kerja Sama BPJS Kesehatan Masih Berjalan

Terkait pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan, Helmi menjelaskan bahwa proses kerja sama masih dalam tahapan pengurusan perizinan.

Karena itu, untuk sementara Klinik Utama Armina belum dapat melayani pasien BPJS Kesehatan hingga seluruh proses administrasi dan perizinan dinyatakan selesai.

“BPJS di Klinik Cisanca, saya belum mendapatkan izin dari BPJS, jadi ini belum BPJS karena proses untuk mendapatkan izin BPJS itu lama. Jadi kalau ini dapat izin juga ada,” jelasnya.

Ia berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat peserta BPJS Kesehatan nantinya juga dapat memanfaatkan layanan yang tersedia di Klinik Utama Armina.

Dinkes: Bantu Kurangi Beban Rumah Sakit

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani menyambut positif kehadiran Klinik Utama Armina.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu mempercepat akses pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan di rumah sakit lain.

Ia secara khusus menyoroti kondisi di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Samarang, yang masih menghadapi persoalan angka kematian bayi.

“Karena di wilayah Kecamatan Samarang sendiri, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya itu memang kematian bayinya masih cukup tinggi, sehingga dengan adanya Klinik Armina ini sudah memudahkan, sangat membantu, dan mempercepat pelayanan karena rumah sakit lainnya kan sudah penuh,” tutur Leli.

Dengan beroperasinya Klinik Utama Armina, pemerintah daerah berharap masyarakat, khususnya ibu dan anak, memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan memadai.

Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut, terutama dalam menghadapi tantangan penurunan AKI dan AKB. (Asgun/Agung)

Exit mobile version