BeritaPolitikRagam Daerah

Demokrat Cimahi Panaskan Mesin Politik 2029, Iwan Setiawan: 312 RW Harus Jadi Garda Terdepan Rebut Hati Rakyat

1528
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat, yang juga sebagai Sekretaris Jenderal DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Iwan Setiawan, menegaskan bahwa persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak dilakukan secara instan.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdaye.co.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cimahi mulai memanaskan mesin organisasi dan politik menghadapi kontestasi Pemilu 2029.

Konsolidasi hingga tingkat akar rumput menjadi salah satu strategi utama partai berlambang mercy tersebut untuk memperkuat basis sekaligus meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Cimahi.

Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat, yang juga sebagai Sekretaris Jenderal DPC Partai Demokrat Kota Cimahi   Iwan Setiawan, menegaskan bahwa persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak dilakukan secara instan. 

Menurutnya, kekuatan partai harus dibangun sejak sekarang melalui penguatan struktur organisasi hingga tingkat anak ranting dan RW.

Iwan mengatakan, Demokrat Kota Cimahi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya dari kalangan akar rumput, untuk bergabung dan menjadi bagian dari perjuangan politik partai.

“Untuk menyongsong 2029, kami terus melakukan perekrutan masyarakat dari akar rumput untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Ini tentu bagian dari persiapan menghadapi kontestasi Pemilu 2029,” ujar Iwan.

Menurut dia, penguatan struktur di tingkat bawah menjadi sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak partai dalam menyerap aspirasi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Iwan mengungkapkan, Demokrat Kota Cimahi sebelumnya telah melaksanakan pendidikan dan pembekalan bagi pengurus di tingkat anak ranting. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan konsolidasi yang akan terus dilakukan secara berkesinambungan.

“Alhamdulillah, kemarin Demokrat sudah melaksanakan pendidikan dan pembekalan di tingkat akar rumput, khususnya anak ranting. Ini akan menjadi salah satu barometer kita ke depan,” katanya.

Targetkan Struktur hingga 312 RW

Iwan menyebut, proses konsolidasi tersebut dilakukan secara bertahap. Setelah sebelumnya pembekalan menyasar sekitar 100 anak ranting, Demokrat Kota Cimahi berencana melanjutkan kegiatan serupa hingga seluruh struktur di wilayah Kota Cimahi semakin solid.

“Kita lakukan secara bertahap. Kemarin baru sekitar 100 anak ranting. Berikutnya akan kita lakukan lagi pendidikan dan pembekalan. Kita memiliki 312 RW, dan harapannya seluruh tingkat RW bisa terisi dan memiliki struktur yang aktif,” tutur Iwan.

Bagi Demokrat, keberadaan kader di tingkat RW bukan sekadar persoalan administratif organisasi. Mereka diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat.

“Jadi mereka adalah front line untuk merebut suara hati rakyat di Kota Cimahi. Mereka juga nantinya bisa menjadi bagian dari penjaga TPS maupun saksi-saksi pada saat pemilu,” jelasnya.

Karena itu, pembinaan kader akan terus dilakukan agar ketika tahapan kompetisi politik 2029 memasuki fase penting, seluruh jajaran organisasi di tingkat bawah telah siap bekerja secara terstruktur.

Demokrat Bidik Penambahan Kursi DPRD

Iwan mengakui, Partai Demokrat Kota Cimahi memiliki ambisi untuk meningkatkan jumlah kursi di parlemen pada kontestasi mendatang. 

Saat ini Demokrat memiliki enam kursi di DPRD Kota Cimahi.

Menurutnya, keinginan untuk menambah kursi bukan hanya dimiliki Demokrat. Seluruh partai politik tentu memiliki strategi masing-masing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Semua partai pasti ingin menambah kursi di parlemen, khususnya DPRD Kota Cimahi. Mereka tentu memiliki strategi untuk meraih hati masyarakat. Demokrat juga mempunyai strategi dan cara sendiri,” ungkapnya.

Namun, Iwan menekankan bahwa perjuangan politik Demokrat tidak boleh berhenti ketika pemilu selesai. Menurut dia, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata dan konsistensi memperjuangkan aspirasi warga.

“Bukan hanya bagaimana meraih hati masyarakat, tetapi setelah mendapatkan kepercayaan jangan sampai masyarakat kemudian merasa kecewa karena aspirasinya terlupakan,” tegasnya.

Jaring Aspirasi Tak Harus Menunggu Pokir

Sebagai anggota DPRD Kota Cimahi, Iwan mengatakan dirinya bersama jajaran Demokrat terus melakukan penjaringan aspirasi masyarakat.

Salah satunya melalui agenda rutin setiap Sabtu yang dimanfaatkan untuk mendengar langsung berbagai persoalan dan kebutuhan warga.

Menurut Iwan, tidak semua persoalan masyarakat harus menunggu masuk melalui mekanisme pokok pikiran atau program pemerintah. 

Jika terdapat kebutuhan yang memungkinkan untuk ditangani secara langsung sesuai kemampuan, pihaknya berupaya melakukan eksekusi secepat mungkin.

“Setiap hari Sabtu kami melakukan penjaringan aspirasi. Ada beberapa aspirasi yang bisa langsung kami eksekusi. Jadi tidak harus menunggu pokir atau program pemerintah yang prosesnya bisa membutuhkan waktu cukup panjang,” katanya.

Iwan menilai, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral wakil rakyat agar keberadaan anggota legislatif benar-benar dirasakan masyarakat.

Pokir DPRD Tetap Berbasis Skala Prioritas

Terkait pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, Iwan menjelaskan bahwa usulan tersebut pada dasarnya berasal dari aspirasi masyarakat yang kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait.

Namun, keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah Kota Cimahi menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat.

“Pokir tentunya sangat dipengaruhi keterbatasan anggaran yang ada di Kota Cimahi. Karena itu sistemnya berdasarkan skala prioritas. Mana yang paling penting bagi masyarakat, itu yang akan terus kami perjuangkan,” ujarnya.

Iwan juga menyebut pokir anggota DPRD pada prinsipnya dapat berjalan beriringan dengan program pemerintah daerah, termasuk program pembangunan yang direncanakan untuk 2027, sepanjang kondisi anggaran memungkinkan.

“Kalau anggarannya mencukupi, program pemerintah bisa berjalan bersama pokir. Tetapi kalau anggarannya tidak cukup, tentu harus ada skala prioritas,” jelasnya.

Ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan yang tidak hanya dirasakan Kota Cimahi. 

Sejumlah pemerintah daerah juga menghadapi tekanan akibat penyesuaian maupun pemotongan transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut membuat ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih terbatas, sehingga tidak seluruh aspirasi dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.

“Ini bukan hanya persoalan Kota Cimahi. Banyak kabupaten dan kota lainnya juga menghadapi kondisi yang sama. Mudah-mudahan situasi ini tidak berlangsung lama dan kondisi fiskal daerah bisa segera pulih,” kata Iwan.

2029 Jadi Momentum Pembuktian

Dengan konsolidasi organisasi yang terus dilakukan, Demokrat Kota Cimahi optimistis menghadapi pertarungan politik 2029. Penguatan struktur, kaderisasi, penjaringan aspirasi, serta komunikasi intensif dengan masyarakat menjadi fondasi yang tengah dibangun.

Bagi Iwan, politik tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan kursi. Lebih jauh, politik harus menjadi sarana memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik.

“Kerja kita adalah bagaimana terus membangun kepercayaan masyarakat. Hampir semua partai ingin menambah kursi, termasuk Demokrat. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana setelah mendapatkan kepercayaan, kita tetap hadir dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan target memperkuat struktur hingga seluruh wilayah RW di Kota Cimahi, Demokrat kini mulai menata barisan jauh sebelum lonceng kompetisi Pemilu 2029 benar-benar berbunyi.

Mesin politik mulai dipanaskan. Struktur akar rumput diperkuat. Aspirasi warga terus dijaring. Kini, Demokrat Kota Cimahi menatap 2029 dengan satu target besar: menambah kursi dan memperluas kepercayaan masyarakat. (Bagdja)

Exit mobile version