Bandung//secondnewsupdate.co.id – Nuansa spiritual Ramadan berpadu dengan geliat seni dan sastra dalam pementasan musik dan pembacaan puisi pada peringatan Malam Seribu Bulan (MSB) yang digelar Gelanggang Apresiasi bersama Komunitas Penyair Jawa Barat (KPJ Jabar).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, dan diisi oleh sejumlah seniman serta penyair ternama asal Bandung dan Jawa Barat. Minggu (15/3/2026).
Acara yang dikemas dalam suasana ngabuburit menjelang berbuka puasa tersebut mengusung tema “Bersih Hati – Bersih Diri”, sebagai refleksi spiritual sekaligus ruang apresiasi karya seni di bulan suci Ramadan.
Ketua KPJ Jawa Barat, Martha Topeng, didampingi Wanhat KPJ Jabar Cepram, menjelaskan bahwa kegiatan Malam Seribu Bulan merupakan tradisi budaya yang rutin digelar setiap tahun oleh Gelanggang Apresiasi dan KPJ Jabar pada 10 hari terakhir Ramadan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus panggung kreatif bagi para penyair, musisi, dan seniman Jawa Barat untuk mengekspresikan karya-karya mereka dalam balutan nuansa religius.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk para seniman dan pengisi acara yang telah menghadirkan pementasan yang semarak dan penuh makna,” ujar Martha.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari penyair H. Juniarso Ridwan, yang juga dikenal sebagai anggota Dewan Kota Bandung. Ia membacakan tiga puisi dalam kesempatan tersebut.
Puisi pertama berjudul “Sajak Atas Nama” karya Mustopa Bisri, diikuti dua karya puisinya sendiri yang telah dibukukan, yakni “Penggali Kubur” dan “Sajak Tentang Keluarga Badut”.
Juniarso mengaku merasa terhormat mendapat undangan dari KPJ Jabar untuk tampil dalam peringatan Malam Seribu Bulan yang menurutnya memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada KPJ Jabar yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk tampil dalam acara yang sangat inspiratif ini,” katanya.
Selain itu, panggung sastra juga diramaikan oleh dua akademisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yakni Prof. Ipit Dimyati dan Irwan Guntari, yang membacakan karya puisi mereka dengan penuh penghayatan.
Penampilan keduanya berhasil membangun suasana yang hangat dan mengundang apresiasi dari para hadirin.
Nuansa kritis sekaligus reflektif juga hadir melalui penampilan Kiyai Matdon yang membacakan puisi berjudul “MBG”, yang menyinggung isu yang tengah hangat diperbincangkan di masyarakat. Puisi tersebut mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Puisi dengan tema serupa juga dibawakan oleh Gusjur Mahesa dengan judul “MBG dan Guru Honor”, yang memberikan perspektif sosial melalui pendekatan sastra.
Menjelang penutupan acara, suasana semakin syahdu ketika Iwan Palsu membawakan lagu berjudul “Kabar Damai”, dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan oleh Agus Ustad yang mengajak para hadirin untuk memperkuat keimanan dan menjaga kebersihan hati di bulan suci.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan antara para seniman, penyair, serta pengurus KPJ Jawa Barat.
Sejumlah musisi yang turut memeriahkan acara antara lain Ato Sakral, Yusna Band, KPJ Sumedang, Iwan Palsu, Abah Omtris, Agus Ustad, serta Viul and Friend, yang menghadirkan harmoni musik bernuansa religi dan budaya.
Kegiatan Malam Seribu Bulan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga mempertegas peran komunitas sastra dan budaya dalam menjaga nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebudayaan di tengah masyarakat. (Apih)
