Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Normalisasi Kali Sabi Dikebut, DBMSDA Kabupaten Tangerang Targetkan Akhiri Langganan Banjir Perumahan Sari Bumi

510
×

Normalisasi Kali Sabi Dikebut, DBMSDA Kabupaten Tangerang Targetkan Akhiri Langganan Banjir Perumahan Sari Bumi

Sebarkan artikel ini
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air Wilayah I mengintensifkan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di aliran Kali Sabi yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir saat hujan deras.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Upaya mengurangi risiko banjir di kawasan Perumahan Sari Bumi, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air Wilayah I mengintensifkan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di aliran Kali Sabi yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir saat hujan deras.

Example 300x600

Program tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif karena Kali Sabi kerap meluap dan menggenangi kawasan permukiman, khususnya di RW 17 dan RW 18 Perumahan Sari Bumi.

Saat curah hujan tinggi, ketinggian genangan bahkan dapat mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga mengganggu aktivitas warga.

Kepala UPTD SDA Wilayah I, Amril Hasan, menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai yang berkurang akibat penumpukan lumpur dan sedimentasi selama bertahun-tahun.

“Normalisasi dan pengerukan sedimentasi Kali Sabi merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun. Hal ini dilakukan karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik yang cukup sering terdampak luapan air ketika musim hujan,” ujar Amril saat ditemui di Kantor UPTD SDA Wilayah I, Jumat (31/7/2026). Yang baru lalu.

Ia mengungkapkan, endapan lumpur yang cukup tebal menyebabkan aliran air tidak mengalir secara optimal.

Akibatnya, kapasitas sungai menurun sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam pelaksanaannya, DBMSDA mengerahkan excavator amfibi FC-50 untuk melakukan pengerukan di bawah pengawasan Koordinator Wilayah Lapangan, Madsai. Penggunaan alat berat amfibi dinilai efektif karena mampu bekerja di area perairan yang sulit dijangkau alat berat konvensional.

Amril menambahkan, lebar Kali Sabi di wilayah Kabupaten Tangerang rata-rata mencapai sekitar delapan meter. Meski demikian, sejumlah titik masih memerlukan pelebaran dan pendalaman agar kapasitas aliran semakin optimal.

“Kegiatan mekanis normalisasi Kali Sabi dilaksanakan sepanjang kurang lebih 800 meter dengan waktu pengerjaan sekitar 15 hari selama bulan Juli. Selain pengerukan, juga dilakukan penataan pada beberapa titik yang membutuhkan pelebaran,” katanya.

Material lumpur hasil pengerukan tidak dibuang begitu saja. Sedimentasi yang diangkat dimanfaatkan sebagai material pembentuk tanggul di sisi kiri dan kanan sungai guna memperkuat bantaran sekaligus meningkatkan kemampuan sungai menahan debit air saat musim penghujan.

Menurut Amril, langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi utama Kali Sabi sebagai saluran drainase dan penampung air sehingga potensi banjir di kawasan permukiman dapat ditekan secara signifikan.

“Pengerukan sedimentasi ini bertujuan mengembalikan fungsi Kali Sabi sebagai penampung air. Lumpur hasil pengerukan dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul di kedua sisi sungai sehingga saat musim hujan kapasitas tampung air meningkat dan luapan ke permukiman warga dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Dia).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600