Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Kesigapan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi kembali membuktikan pentingnya respons cepat dalam menghadapi situasi darurat. Kebakaran yang melanda sebuah pabrik produksi plastik di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cimahi Tengah, Kamis (9/7/2026) sore, berhasil dikendalikan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dari area pabrik dan menarik perhatian warga sekitar.
Mengingat material yang diproduksi merupakan bahan plastik yang mudah terbakar, api berpotensi menyebar dengan sangat cepat apabila terlambat ditangani.
Begitu menerima laporan dari masyarakat, regu Damkar Kota Cimahi langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas segera melakukan strategi pemadaman sekaligus melokalisasi titik api agar tidak merembet ke bagian bangunan lain maupun fasilitas di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup berat. Selain menghadapi kobaran api yang berasal dari material plastik, petugas juga harus mengantisipasi munculnya kembali titik-titik api akibat suhu tinggi di dalam area produksi.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menjelaskan dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan pada sistem produksi.
Menurutnya, blower pada mesin produksi diduga berhenti beroperasi sehingga menyebabkan uap menumpuk. Kondisi tersebut kemudian memicu korsleting listrik yang menimbulkan percikan api hingga membakar material plastik di sekitar mesin.
“Dugaan sementara api bermula dari blower yang mati sehingga uap menumpuk. Setelah terjadi korsleting listrik, muncul penyalaan api yang kemudian merambat ke material yang mudah terbakar. Pegawai sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil,” ujar Aep. Sabtu (11/7/2026).
Saat insiden terjadi, aktivitas produksi masih berjalan normal. Para pekerja yang berada di dalam pabrik segera melakukan evakuasi mandiri sehingga seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Damkar Kota Cimahi mengerahkan tiga unit mobil pemadam jenis pancar serta satu unit kendaraan penyelamat berikut personel yang langsung melakukan penyisiran di seluruh area pabrik.
Berkat koordinasi yang cepat dan penanganan yang terukur, kobaran api berhasil dijinakkan sebelum merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Api berhasil kami lokalisir sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya. Setelah api padam, personel juga melakukan pendinginan secara menyeluruh agar tidak terjadi penyalaan kembali,” kata Aep.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sejumlah mesin produksi dan bahan baku plastik dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Petugas juga melakukan pendalaman untuk memastikan faktor teknis maupun kelistrikan yang diduga menjadi pemicu kebakaran.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi pelaku industri agar rutin melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik, mesin produksi, sistem ventilasi, serta memastikan alat pemadam api ringan (APAR) selalu dalam kondisi siap digunakan.
Langkah antisipatif tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama pada industri yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar. (Bagdja)
