Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Panen Raya di Tangerang, Maesyal Rasyid Gaspol Modernisasi Pertanian! 275 Hektare Sawah Disiapkan, Petani Diguyur Bantuan Alat Modern

1014
×

Panen Raya di Tangerang, Maesyal Rasyid Gaspol Modernisasi Pertanian! 275 Hektare Sawah Disiapkan, Petani Diguyur Bantuan Alat Modern

Sebarkan artikel ini
Panen Raya di Tangerang, Maesyal Rasyid Gaspol Modernisasi Pertanian! 275 Hektare Sawah Disiapkan, Petani Diguyur Bantuan Alat Modern

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian dan modernisasi sarana produksi. 

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri panen padi sawah sekaligus menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang Tahun 2026 itu bukan sekadar seremoni panen.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu pilar strategis pembangunan daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan beras, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat kemandirian pangan di tengah pesatnya perkembangan kawasan permukiman dan industri.

Mengusung semangat HUT Kabupaten Tangerang, “Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak”, pemerintah daerah mendorong agar pembangunan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk para petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga pasokan pangan.

Maesyal menyampaikan apresiasi kepada petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dilihat dari luas lahan dan besarnya hasil panen. Lebih dari itu, produktivitas harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani dan kemampuan mereka menghadapi berbagai tantangan produksi.

“Dalam rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, kita mengusung semangat ‘Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak’. Semangat ini harus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Maesyal.

275 Hektare Sawah Berpotensi Hasilkan 1.705 Ton Gabah

Potensi pertanian di wilayah Kelompok Tani Cibentek, Kecamatan Mauk, menjadi salah satu kekuatan yang terus didorong untuk mendukung ketahanan pangan Kabupaten Tangerang.

Hamparan sawah seluas kurang lebih 275 hektare tersebut dikelola oleh delapan kelompok tani. Dengan menggunakan varietas padi Inpari 32 dan perkiraan produktivitas 6,2 ton per hektare, kawasan pertanian itu berpotensi menghasilkan sekitar 1.705 ton gabah.

Potensi produksi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat. Namun, untuk mewujudkan hasil yang optimal, diperlukan pengelolaan lahan yang baik, ketersediaan air yang memadai, penggunaan benih berkualitas, serta penerapan teknologi pertanian yang tepat.

Maesyal menilai modernisasi alat dan mesin pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. Penggunaan teknologi diharapkan mampu memangkas waktu pengerjaan, mengurangi beban kerja manual, dan mendukung percepatan siklus tanam.

Ia mencontohkan penggunaan mesin pemanen padi atau combine harvester yang mampu mempercepat proses panen secara signifikan.

Jika pemanenan satu hektare sawah secara manual membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari, penggunaan mesin tersebut dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang lebih dua jam, bergantung pada kondisi lahan dan operasional di lapangan.

“Dengan teknologi pertanian, pekerjaan petani bisa lebih cepat dan efisien. Karena itu, modernisasi harus terus didorong, tetapi tetap diikuti dengan pengelolaan lahan, ketersediaan air, benih bermutu, dan pemupukan yang tepat,” jelasnya.

Bupati Maesyal Minta Petani Tak Menunda Musim Tanam

Tak hanya berfokus pada proses panen, Bupati Maesyal juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan produksi melalui percepatan persiapan lahan setelah padi dipanen.

Menurutnya, jeda waktu antara panen dan penanaman berikutnya perlu dikelola secara efektif agar lahan produktif tidak terlalu lama dibiarkan tanpa kegiatan budi daya.

Ia menyebutkan bahwa petani dan kelompok tani setempat telah menyepakati target untuk kembali menanam paling lambat 14 hari setelah panen, dengan tetap memperhatikan kesiapan lahan dan ketersediaan air.

“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari ya,” tegasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga intensitas pertanaman dan mengoptimalkan luas tambah tanam. 

Dengan demikian, lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih produktif untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat.

Traktor, Pompa Air, hingga 1,5 Ton Benih Padi Disalurkan

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap aktivitas pertanian, pemerintah menyerahkan sejumlah bantuan sarana produksi kepada kelompok tani. 

Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, serta benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 1,5 ton.

Selain itu, petani juga menerima pestisida nabati untuk luasan 500 hektare dan alat pemotong rumput guna menunjang pemeliharaan lahan pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah kendala yang selama ini dihadapi petani, mulai dari pengolahan tanah, kebutuhan air, penyediaan benih, hingga pemeliharaan tanaman.

Keberadaan traktor diharapkan mempercepat persiapan lahan, sedangkan pompa air dapat membantu mendukung kebutuhan irigasi pada saat pasokan air terbatas. 

Sementara itu, benih berkualitas diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produktivitas tanaman.

Maesyal menegaskan bahwa seluruh bantuan harus digunakan sesuai peruntukannya, dirawat dengan baik, dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani maupun penerima manfaat.

Ia juga menekankan bahwa penguatan sektor pertanian memerlukan kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.

Kesejahteraan Petani Jadi Tolok Ukur Keberhasilan

Bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pembangunan pertanian tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi gabah. 

Aspek kesejahteraan petani, akses pemasaran hasil panen, efisiensi biaya produksi, serta keberlanjutan lahan pertanian juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Maesyal mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam menjaga lahan pertanian produktif sekaligus mengoptimalkan luas tambah tanam agar kapasitas produksi pangan daerah tetap terjaga.

Upaya tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri yang terus berlangsung.

Keseimbangan antara pertumbuhan wilayah dan keberlangsungan sektor pertanian menjadi tantangan tersendiri bagi daerah yang memiliki aktivitas ekonomi yang berkembang pesat seperti Kabupaten Tangerang.

Dengan dukungan sarana pertanian, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi lintas pemerintahan, petani diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan hambatan dalam proses budi daya.

Petani Cibentek: Bantuan Sangat Membantu di Lapangan

Apresiasi juga disampaikan perwakilan penerima bantuan dari Kelompok Tani Cibentek, Idep Bustomi. 

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan yang diberikan kepada para petani.

Menurut Idep, bantuan sarana pertanian dan benih tersebut sangat berarti untuk menunjang pekerjaan di lapangan, khususnya dalam mempercepat pengolahan tanah dan mempersiapkan musim tanam berikutnya.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum tersedianya bantuan sarana modern, petani kerap menghadapi tantangan berupa proses pengolahan lahan yang membutuhkan waktu panjang serta keterbatasan akses air pada musim-musim tertentu.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap efisiensi pekerjaan dan biaya operasional yang harus ditanggung petani.

“Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” terang Idep.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut sehingga kelompok tani semakin mampu mengelola lahan secara produktif, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga petani.

Panen padi di Desa Tegal Kunir Kidul pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Tangerang. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, teknologi diterapkan secara tepat, dan peningkatan produksi benar-benar memberikan dampak terhadap pendapatan serta taraf hidup petani.

Dengan demikian, semangat HUT ke-394 Kabupaten Tangerang tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang memperkuat pertanian dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600