BeritaBudayaRagam Daerah

Paskibraka Cimahi Bukan Sekadar Pengibar Bendera, Adhitia Yudhistira Tekankan Dua Kunci: Karakter dan Kaderisasi

2509
Usai menuntaskan tugas penaikan dan penurunan Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi menggelar malam ramah tamah bersama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Senin (17/8/2026) malam.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Usai menuntaskan tugas penaikan dan penurunan Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi menggelar malam ramah tamah bersama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Senin (17/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB tersebut digelar di Gedung Technopark, Jalan Raya Baros No. 78, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. 

Suasana malam ramah tamah berlangsung penuh keakraban sekaligus haru setelah para anggota Paskibraka menuntaskan rangkaian tugas penting pada peringatan kemerdekaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Maria Fitriana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hendra Gunawan, Kepala Kesbangpol Kota Cimahi Sugeng Budiono, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Adhitia Yudhistira memberikan apresiasi tinggi kepada para anggota Paskibraka yang dinilainya telah menunjukkan ketangguhan, kedisiplinan dan semangat patriotisme selama menjalani proses pembentukan hingga pelaksanaan tugas kenegaraan.

Ia menegaskan, Cimahi tidak pernah kekurangan generasi muda yang memiliki semangat patriotik.

“Pada hari ini saya bangga dan terharu. Ternyata Kota Cimahi tidak kekurangan anak muda patriotik,” ujar Adhitia di hadapan para Paskibraka dan tamu undangan.

Menurutnya, perjuangan yang dijalani para Paskibraka sejak proses seleksi hingga pelaksanaan tugas bukanlah sesuatu yang ringan. 

Mereka harus menjalani serangkaian tes, pelatihan, pembinaan, hingga kehidupan di asrama sejak Juni 2026.

“Kalau berbicara capek, tentu capek. Adik-adik semua pasti capek. Digembleng melalui tes sejak bulan Juni, tidur di asrama, lalu dilatih oleh para pelatih,” katanya.

Namun, Adhitia mengingatkan, seluruh kelelahan tersebut semestinya tidak sebanding jika dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, menurut dia, tugas Paskibraka tidak boleh dimaknai sebatas rutinitas tahunan untuk mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih. 

Lebih jauh, proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan jiwa kepemimpinan.

Bukan Sekadar Mengibarkan Merah Putih

Adhitia menyebut terdapat pertanyaan penting yang harus direnungkan bersama: untuk apa setiap tahun pemerintah membentuk dan melatih pasukan pengibar bendera?

Baginya, jawabannya tidak berhenti pada keberhasilan Sang Merah Putih berkibar di langit Kota Cimahi.

“Yang paling penting adalah untuk apa setiap tahun ada pasukan pengibar bendera. Ini yang perlu kita renungkan bersama,” tegasnya.

Adhitia kemudian mengungkapkan bahwa Kota Cimahi memiliki modal besar untuk membangun masa depan, yakni bonus demografi. Jumlah generasi muda yang besar dinilai menjadi kekuatan strategis apabila diarahkan melalui pendidikan karakter, nasionalisme dan kepemimpinan.

“Cimahi mendapatkan bonus demografi dibanding kota-kota lainnya di Indonesia. Anak mudanya banyak, mulai dari yang masuk kategori angkatan kerja maupun yang masih pemula seperti adik-adik sekalian,” tuturnya.

Menurutnya, bonus demografi akan menjadi kekuatan apabila generasi muda mendapatkan ruang untuk berkontribusi dan memahami arah pembangunan bangsa.

Sebab, tanpa karakter dan orientasi yang kuat, besarnya jumlah anak muda justru berpotensi kehilangan arah.

Dua Kunci Paskibraka: Character Building dan Kaderisasi

Dalam kesempatan tersebut, Adhitia menyampaikan dua kata kunci yang menurutnya menjadi kekuatan utama dalam proses pembinaan Paskibraka, yakni character building dan kaderisasi.

Ia mencontohkan perubahan sikap dan kedisiplinan yang terlihat pada anggota Paskibraka setelah menjalani proses pelatihan.

Menurutnya, anak-anak muda yang sebelumnya mungkin masih bersikap santai, setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, sigap, bertanggung jawab dan memiliki orientasi yang jelas.

“Itulah character building yang dihasilkan dari proses tempaan dan latihan di Paskibraka,” katanya.

Dengan karakter yang terbentuk, Adhitia berharap generasi muda Cimahi memiliki bekal yang cukup untuk menentukan arah kehidupan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kunci kedua, lanjut dia, adalah kaderisasi kepemimpinan.

Adhitia menilai keberadaan Paskibraka dari masa ke masa telah menjadi salah satu ruang pembentukan kader bangsa.

Banyak alumni Paskibraka yang kemudian berkiprah di berbagai sektor pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.

“Kalau anak muda Kota Cimahi ingin berkontribusi positif dan kota ini ingin maju, maka kuncinya adalah character building dan kaderisasi kepemimpinan,” tegasnya.

Ia bahkan meyakini para Paskibraka yang malam itu berada di hadapannya suatu hari nanti akan menjadi pemimpin di berbagai tingkatan.

“Saya yakin adik-adik yang menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini suatu saat nanti pasti akan menjadi pemimpin di negeri ini,” ujarnya, yang kemudian disambut ucapan amin dari hadirin.

Orang Tua dan Pelatih Dapat Apresiasi Khusus

Tak hanya memberikan apresiasi kepada Paskibraka, Adhitia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memberikan izin dan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti proses pendidikan dan pelatihan Paskibraka.

Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Cimahi, ia menyampaikan terima kasih karena para orang tua telah merelakan anak-anaknya menjalani proses pembinaan yang cukup panjang dan melelahkan.

“Terima kasih karena sudah merelakan, mengikhlaskan dan meridai anak-anaknya untuk digembleng, memiliki karakter yang lebih baik dan memiliki jiwa kepemimpinan,” katanya.

Menurut Adhitia, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan pembentukan karakter generasi muda.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membina para Paskibraka.

Adhitia menilai dedikasi para pelatih patut diapresiasi karena proses pembinaan membutuhkan kesabaran, ketegasan dan komitmen yang tidak sedikit.

Ia bahkan menyinggung bahwa proses pembinaan tersebut tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kota Cimahi.

“Artinya apa? Kembali lagi, pelatihnya ikhlas,” ujarnya.

Menurut Adhitia, ilmu dan pengalaman yang diberikan para pelatih kepada generasi muda merupakan bentuk kontribusi yang manfaatnya dapat terus diwariskan.

Apresiasi untuk Pusdik Komlek dan Yon Zipur III

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Pusdik Komlek dan Batalyon Zipur III yang turut memberikan dukungan fasilitas selama proses pembinaan Paskibraka Kota Cimahi.

Adhitia menyebut kedekatan wilayah Kota Cimahi dengan berbagai fasilitas militer menjadi keuntungan tersendiri dalam mendukung kegiatan pembinaan generasi muda.

“Ini sebuah keberuntungan bagi kita, keluarga Kota Cimahi, yang tinggal beririsan bersama keluarga besar TNI,” ungkapnya.

Ia menilai dukungan fasilitas tersebut membantu proses pelatihan sehingga para Paskibraka dapat menjalani pembinaan dengan baik dan mampu menyelesaikan seluruh tahapan hingga pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Malam ramah tamah itu pun menjadi momentum penutup yang sarat makna. Setelah berbulan-bulan ditempa dengan kedisiplinan, para Paskibraka akhirnya dapat menikmati suasana lebih santai bersama jajaran Pemerintah Kota Cimahi.

Namun pesan yang disampaikan Adhitia jauh melampaui seremoni. Para Paskibraka diharapkan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.

Mereka justru diminta membawa semangat nasionalisme, kedisiplinan, karakter dan jiwa kepemimpinan yang telah ditempa selama pelatihan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, bagi Pemerintah Kota Cimahi, keberhasilan Paskibraka bukan hanya ketika Sang Merah Putih berkibar sempurna di lapangan upacara, melainkan ketika para pemudanya kelak mampu tampil sebagai generasi yang berkarakter, berintegritas dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Exit mobile version