BeritaRagam Daerah

Pekerjaan TPT Puskesmas Menes Disorot, Diduga Dikerjakan Tidak Maksimal

199
Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Pondasi Puskesmas Menes yang dikerjakan oleh CV Deka Adhi Prima dengan nilai kontrak Rp79.500.000 yang bersumber dari DAU SG, mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

SNU//Pandeglang, Banten — Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Pondasi Puskesmas Menes yang dikerjakan oleh CV Deka Adhi Prima dengan nilai kontrak Rp79.500.000 yang bersumber dari DAU SG, mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak maksimal dan berpotensi mempengaruhi kekuatan serta usia bangunan.

Saat awak media melakukan peninjauan ke lokasi, terlihat galian pasangan batu pondasi diduga dikerjakan tidak sesuai ketentuan teknis. Kondisi itu membuat publik mempertanyakan kualitas pengerjaan yang dianggap minim pengawasan.

Selain berpotensi tidak memiliki daya rekat yang kuat, pengerjaan seperti ini dikhawatirkan dapat menurunkan ketahanan struktur dan menyebabkan kerusakan dalam waktu dekat.

Dari hasil wawancara dengan salah satu pekerja yang identitasnya disembunyikan, muncul dugaan lemahnya kontrol pelaksanaan proyek.

“Kami tidak tahu nama pelaksananya, karena jarang ke lokasi,” ujarnya singkat.

Pagu anggaran terpampang dalam papan proyek tersebut

Kurangnya keberadaan pelaksana proyek di lapangan dinilai semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan.

Menanggapi temuan tersebut, Enji, salah satu aktivis di Kecamatan Menes, mengajak semua pihak untuk turut mengawasi secara ketat setiap proyek pemerintah, khususnya di wilayahnya.

“Kami mengajak semua pihak untuk turut serta mengawasi setiap pengerjaan yang dilakukan di wilayah Menes khususnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mendukung pembangunan, tetapi menolak pengerjaan yang dilakukan secara asal-asalan.

“Kami mendukung pembangunan pemerintah, tapi dengan catatan harus dikerjakan secara benar, bukan asal jadi,” ujarnya.

Proyek ini masih berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat yang berharap kualitas pekerjaan sesuai standar serta diawasi dengan ketat agar tidak merugikan publik. (Sanan)

Exit mobile version