KesehatanRagam Daerah

Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, 16 Dapur MBG Disisir

334
Pada hari pertama, tim gabungan memeriksa enam SPPG. Lokasinya meliputi tiga titik di Kecamatan Cimahi Tengah, yakni SPPG Padasuka 4, SPPG Cimahi 4, dan SPPG Cimahi 3. Sementara di Kecamatan Cimahi Selatan, inspeksi dilakukan di SPPG Utama 3, dan dua lokasi lainnya berada di Kecamatan Cimahi Utara, yakni SPPG Citeureup 6 dan SPPG Citeureup 5.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan bagi masyarakat. 

Melalui Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, monitoring intensif dilakukan terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Monitoring lapangan tersebut berlangsung selama 27 hingga 30 April 2026 dengan total sasaran 16 SPPG yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Cimahi.

Pada hari pertama, tim gabungan memeriksa enam SPPG. Lokasinya meliputi tiga titik di Kecamatan Cimahi Tengah, yakni SPPG Padasuka 4, SPPG Cimahi 4, dan SPPG Cimahi 3. Sementara di Kecamatan Cimahi Selatan, inspeksi dilakukan di SPPG Utama 3, dan dua lokasi lainnya berada di Kecamatan Cimahi Utara, yakni SPPG Citeureup 6 dan SPPG Citeureup 5.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan inspeksi ini merupakan tindak lanjut dari pembinaan keamanan pangan yang sebelumnya telah diberikan kepada relawan pengelola dapur MBG.

“Siang hari ini kami melakukan inspeksi kesehatan lingkungan bersama perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas MBG. Fokus kami memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta alur pengolahan makanan yang aman,” kata Mulyati. Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya menilai kondisi fisik dapur dan lingkungan sekitar, tetapi juga mencakup pengambilan sampel makanan, kualitas air, hingga pengecekan peralatan masak dan penyajian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko kontaminasi pangan dalam program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, saat ini terdapat 54 SPPG yang terdata. Sebanyak 51 unit sudah beroperasi, namun baru 35 SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sisanya masih dalam proses pengurusan dan verifikasi.

Untuk mempercepat pemenuhan standar, Dinas Kesehatan kembali menjadwalkan penyuluhan keamanan pangan bagi relawan yang belum mengikuti pelatihan sebelumnya. Sebelumnya, sekitar 800 relawan telah mengikuti edukasi keamanan pangan selama dua hari.

“Pelatihan ini penting agar semua petugas memahami standar pengolahan makanan sehat, higienis, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pemkot Cimahi menegaskan pengawasan tidak akan berhenti meski seluruh SPPG nantinya telah bersertifikat. 

Monitoring berkala tetap dilakukan bersama puskesmas dan lintas perangkat daerah sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Dengan pengawasan terpadu tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman dikonsumsi, serta memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat dan tumbuh kembang generasi muda. (Bagdja)

Exit mobile version