Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaBudayaRagam DaerahSosial

Peringatan Tahun Baru Islam Diwarnai Pembagian Kain Kafan

112
×

Peringatan Tahun Baru Islam Diwarnai Pembagian Kain Kafan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kanan) menyarahkan kain kafan ke ok ada salah satu pengurus DKM dalam acara Tabligh Akbar di Dime Balerame Soeang, Senin (15/6/2026)

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, kembali melanjutkan tradisi membagikan kain kafan kepada masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan pembagian kain kafan tersebut dilaksanakan di Dome Balerame Soreang, Jalan Raya Al Fathu, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026) malam. 

Example 300x600

Ribuan lembar kain kafan disalurkan kepada DKM masjid, pengurus RT dan RW, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menegaskan bahwa tradisi tersebut bukanlah sesuatu yang berbau mistis, melainkan bentuk kepedulian sekaligus pengingat bagi umat Islam akan hakikat kehidupan dan kematian.

“Pembagian kain kafan ini bukan mistis, melainkan wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Hidup di dunia hanya sementara. Dengan mengingat kematian, kita diharapkan lebih giat beramal, berbakti kepada orang tua, serta menjaga kebersamaan,” ujarnya.

Tradisi berbagi kain kafan tersebut telah dilakukan KDS sejak menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar. Sejak saat itu, ribuan lembar kain kafan dibagikan secara gratis kepada masyarakat setiap malam pergantian Tahun Baru Islam.

Ia berharap tradisi tersebut dapat menumbuhkan semangat hijrah, memperkuat keimanan, serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.

“Kalau kita selalu ingat bahwa suatu saat akan dibungkus kain kafan, maka hidup akan lebih hati-hati dan penuh pertimbangan. Itulah pesan moral yang ingin disampaikan,” katanya.

KDS juga mengungkapkan latar belakang lahirnya tradisi tersebut. Menurutnya, ide membagikan kain kafan muncul ketika dirinya bersama sang istri melayat ke rumah salah seorang warga yang meninggal dunia saat ia masih menjabat kepala desa.

“Saat itu jenazah sudah cukup lama menunggu untuk dikafani. Ketika saya tanyakan kepada keluarganya, ternyata mereka masih berusaha mencari penjual kain kafan. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk membagikan kain kafan kepada masyarakat setiap malam Tahun Baru Islam agar kebutuhan tersebut selalu tersedia saat diperlukan,” tuturnya.

Melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini, KDS berharap masyarakat dapat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat kesiapan spiritual dalam menjalani kehidupan. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600