Kab Bandung / secondnewsupdate.co.id – Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, dan Hari Buruh Internasional 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti, Senin (4/5/2026).
Dalam amanatnya, KDS menegaskan bahwa pendidikan, otonomi daerah, dan kesejahteraan pekerja merupakan tiga unsur penting yang saling berkaitan dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan dan berkeadilan.
“Jika kita cermati, pendidikan, otonomi daerah, dan kesejahteraan pekerja merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketiganya adalah pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar KDS.
Pada momentum Hardiknas, KDS menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun daya saing sumber daya manusia,” tegasnya.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai capaian sektor pendidikan.
Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 9,4 tahun, sementara harapan lama sekolah naik dari 12,74 tahun pada 2024 menjadi 12,99 tahun pada 2025.
Selain itu, dari target pembangunan 27 unit sekolah baru, sebanyak 24 unit telah terealisasi dan tiga unit lainnya ditargetkan rampung tahun ini.
KDS juga menegaskan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai lokal.
“Kami tidak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga membangun karakter generasi melalui pendidikan Pancasila, budaya Sunda, serta pendidikan keagamaan,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan tinggi, program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) telah menjangkau 562 mahasiswa sepanjang 2022–2025 dan kembali dibuka untuk 200 mahasiswa pada 2026.
Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) juga terus dilanjutkan sebagai upaya mencetak generasi unggul Kabupaten Bandung.
Memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30, KDS menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, tetapi instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan Pemkab Bandung yang berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025, melonjak drastis dari posisi 172 nasional pada tahun sebelumnya.
“Ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pada peringatan Hari Buruh Internasional, KDS mengajak seluruh elemen untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, adil, dan produktif.
“Hubungan pekerja dan pengusaha bukanlah hubungan yang saling berhadapan, tetapi kemitraan yang harus dibangun dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung saat ini berada pada angka 6,68 persen. Karena itu, dibutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja.
“Kita harus bersama-sama meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tambahnya.
Menutup amanatnya, KDS optimistis Kabupaten Bandung akan terus berkembang dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, saya yakin Kabupaten Bandung akan semakin maju, Bedas, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (Apih)
