BeritaRagam Daerah

PMKRI Sumut-NAD Tegaskan Jaga Kamtibmas Adalah Tanggung Jawab Bersama, Mahasiswa Diminta Jadi Agen Persatuan

116
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertajuk “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3/2026).

Medan Sumatera Utara// secondnewsupdate.co.id –Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertajuk “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan kader PMKRI Sumatera Utara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam meneguhkan semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut-NAD, Sintong Sinaga, dalam pemaparannya menegaskan bahwa di tengah dinamika sosial dan berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting untuk terus digaungkan.

Menurutnya, nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong harus terus ditanamkan agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang konstruktif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Menjaga Kamtibmas itu bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja. Ini adalah kerja kolektif yang semua pihak punya peran yang sama, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sintong juga menyinggung situasi geopolitik dunia yang saat ini memanas, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ia mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah belah, terutama yang berkaitan dengan sentimen agama.

Menurutnya, konflik yang terjadi di dunia saat ini lebih tepat dipahami sebagai konflik kemanusiaan, bukan konflik agama.

“Jangan sampai isu-isu global ini masuk ke Indonesia dan memicu konflik agama. Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk mahasiswa, untuk mengedukasi masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang,” tegasnya.

Melalui diskusi kebangsaan ini, PMKRI berharap semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila semakin kuat tertanam di kalangan generasi muda sehingga mampu menjaga stabilitas sosial serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. (Rizky)

Exit mobile version