BeritaEkonomi

PNM Optimistis Perluas Pembiayaan Syariah, Perempuan Prasejahtera Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

118
PNM Optimis Hadirkan Pembiayaan Syariah yang Inklusif untuk Perempuan Prasejahtera, Kamis(25/6/2026).(Foto:PNM)

73 Persen Portofolio Pembiayaan PNM Berbasis Syariah, Jangkau Ribuan Desa di Seluruh Indonesia

Jakarta/ secondnewsupdate.co.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan berbasis syariah bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro. 

Melalui program PNM Mekaar Syariah, perusahaan optimistis mampu menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, adil, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian pembiayaan syariah yang kini mendominasi portofolio bisnis PNM. 

Hingga Juni 2026, sebanyak 73 persen dari total pembiayaan yang disalurkan PNM telah menggunakan skema syariah melalui program PNM Mekaar Syariah.

Capaian ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha ultra mikro.

Jangkauan layanan PNM juga terus diperluas. Saat ini perusahaan didukung oleh 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar yang tersebar di 36 provinsi, 456 kabupaten/kota, hingga menjangkau lebih dari 3.700 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis dan Sumber Daya Manusia PNM, Henry Yunus Kamang Pangemanan, mengatakan bahwa pengembangan pembiayaan syariah bukan sekadar menghadirkan alternatif produk keuangan, melainkan menjadi bagian dari misi besar perusahaan dalam menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang diyakini masyarakat.

“Pembiayaan syariah memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Melalui produk berbasis syariah, kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha agar nasabah mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan dampak sosial bagi sekitar,” ujar Henry, Kamis (25/6/2026).

Berbeda dengan pembiayaan konvensional, pembiayaan syariah yang diterapkan PNM dijalankan berdasarkan akad yang sesuai dengan prinsip syariah. 

Seluruh transaksi dilakukan secara transparan serta menghindari praktik riba, gharar, maupun maysir sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para nasabah.

Tidak hanya menyediakan akses permodalan, PNM juga membangun ekosistem pemberdayaan melalui pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, pengembangan karakter, hingga peningkatan literasi keuangan. 

Pendekatan tersebut diyakini menjadi faktor utama yang mendorong perempuan prasejahtera mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap naik kelas menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri.

Program pemberdayaan tersebut diperkuat oleh lebih dari 43 ribu Account Officer PNM Mekaar, yang sebagian besar merupakan perempuan lulusan SMA/sederajat. 

Mereka menjadi ujung tombak dalam mendampingi jutaan nasabah di berbagai pelosok Indonesia.

Dengan semangat inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat, PNM optimistis pembiayaan syariah akan terus menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. 

Ke depan, PNM berkomitmen memperluas jangkauan layanan syariah agar semakin banyak perempuan pengusaha ultra mikro memperoleh akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan nilai-nilai yang mereka yakini. (Krist)

Exit mobile version