BeritaPolitikRagam Daerah

Program Rumaksa Manjang Waluya, Pejabat Menginap di Rumah Warga, Desa Mekarsari Hidupkan Ekonomi dan Kebersamaan

110
Bupati Kabupaten Garut (tengah) bersama Wakil Bupati Putri Karlina sedang berbuka puasa bersama pejabat teras lainnya.

Selaawi Garut// secondnewsupdate.co.id – Nuansa kebersamaan terasa kuat di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, pada Jumat (13/3/2026). 

Melalui program Rumaksa Manjang Waluya, Pemerintah Kabupaten Garut menghadirkan pendekatan yang berbeda dengan menghadirkan para pejabat daerah untuk turun langsung ke tengah masyarakat, bahkan menginap di rumah warga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Wakil Bupati Putri Karlina, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Program tersebut tidak sekadar agenda seremonial. Pemerintah daerah sengaja merancang kegiatan yang mendorong interaksi langsung antara pejabat dan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah terobosan baru dalam upaya membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Sejak pagi, rangkaian kegiatan dimulai dengan pelayanan publik bagi warga Desa Mekarsari. Setelah itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, pengarahan kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Garut, hingga sahur bersama warga.

Suasana semakin meriah saat malam hari dengan digelarnya Festival Kohkol yang diikuti sembilan RW di Desa Mekarsari. Festival ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus upaya melestarikan tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Salah satu hal yang membuat kegiatan ini berbeda adalah kebijakan yang mewajibkan para pejabat untuk bermalam di rumah warga kurang mampu. 

Langkah tersebut dilakukan agar para pengambil kebijakan dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat serta membangun kedekatan emosional dengan warga.

Tidak hanya itu, selama berada di desa, para pejabat juga menggunakan jasa ojek pangkalan setempat untuk mobilitas.

Kebijakan ini memberi dampak ekonomi langsung bagi para pengemudi ojek yang biasanya beroperasi di sekitar desa.

Dukungan terhadap ekonomi lokal juga terlihat dari penyediaan konsumsi kegiatan. 

Seluruh hidangan untuk buka puasa maupun sahur dipasok dari warung dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Desa Mekarsari.

Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai kegiatan ini sebagai langkah baru dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, dengan hadir langsung dan tinggal bersama warga, para pejabat dapat lebih memahami kondisi riil masyarakat serta menyerap aspirasi yang berkembang di tingkat desa.

Ia juga menyoroti potensi Desa Mekarsari untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan, kata dia, antara lain kebersihan lingkungan, penguatan produk lokal seperti kerajinan sangkar burung khas Selaawi, serta kesiapan masyarakat dalam menyambut wisatawan.

Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung juga dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata desa.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Ajie Nugraha menjelaskan bahwa Festival Kohkol yang menjadi puncak kegiatan berawal dari gagasan sederhana saat Wakil Bupati Garut berkunjung dalam peringatan hari jadi desa tahun lalu.

Ide tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat hingga akhirnya menjadi bagian penting dari program Rumaksa Manjang Waluya tahun ini.

Ajie menuturkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup terasa bagi warga. Mulai dari meningkatnya pendapatan pengemudi ojek pangkalan, penyewaan rumah warga sebagai tempat menginap pejabat, hingga bertambahnya penjualan kuliner lokal.

Selain itu, pembuatan kohkol dan obor yang digunakan dalam festival juga membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.

Menurut Ajie, kehadiran para pejabat yang tinggal langsung di rumah warga menjadi pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi masyarakat Desa Mekarsari.

Ia pun menyebut momen tersebut sebagai peristiwa bersejarah yang memperlihatkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat di tingkat desa.

“Bagi warga Desa Mekarsari, ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kehadiran para pejabat yang tinggal bersama masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar ingin dekat dengan rakyat,” ujarnya. (Asan)

Exit mobile version