InformatikaPendidikanRagam Daerah

Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Padati PPTJ ke-21 di Jakarta, 150 Kampus Buka Pendaftaran Serempak

696
Puluhan ribu calon mahasiswa dari berbagai wilayah memadati Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta (PPTJ) ke-21 Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, sejak Rabu (4/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026).

Puluhan ribu calon mahasiswa dari berbagai wilayah memadati Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta (PPTJ) ke-21 Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, sejak Rabu (4/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026).

Ajang tahunan yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bekerja sama dengan Profex (Profajar Eksibit Nusantara) ini menjadi salah satu pameran pendidikan tinggi terbesar di Indonesia, sekaligus ruang strategis mempertemukan calon mahasiswa dengan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Tak sekadar pameran pendidikan, PPTJ ke-21 juga diisi dengan rangkaian talkshow, diskusi akademik, serta sosialisasi isu-isu strategis pendidikan tinggi, yang dirancang untuk menjawab tantangan dunia kampus dan kebutuhan generasi muda dalam menentukan masa depan pendidikan mereka.

Dua Agenda Utama PPTJ ke-21

Ketua Penyelenggara PPTJ ke-21, Dini Falah, MBA, mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan yang telah dijalankan lebih dari dua dekade untuk mendukung ekosistem pendidikan tinggi di Jakarta.

“PPTJ ke-21 berlangsung selama tiga hari dengan dua agenda utama yang saling terintegrasi dan sangat strategis bagi perguruan tinggi,” ujar Dini Falah.

Agenda pertama adalah Pendaftaran Serempak Mahasiswa Baru 2026 yang diikuti oleh 150 perguruan tinggi, memberikan akses langsung bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi akademik, jalur masuk, hingga beasiswa.

Agenda kedua adalah Jakarta Academic Management System (JAMS) 2026, sebuah forum khusus bagi pengelola perguruan tinggi yang membahas tata kelola akademik dan manajemen kampus, dengan menghadirkan narasumber berkompeten.

“Forum JAMS dirancang sebagai ruang diskusi akademik untuk mempercepat pemutakhiran tata kelola perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III,” jelas Dini yang juga menjabat Direktur Utama Mataer Digital.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, MM, mengingatkan pentingnya memilih jurusan sesuai minat dan potensi diri agar mahasiswa tidak terjebak salah arah saat kuliah.

Ia mengutip data Indonesia Career Center Network (ICCN) yang menyebutkan 87 persen mahasiswa di Indonesia mengaku salah jurusan, umumnya baru disadari saat memasuki semester empat.

“Pameran seperti ini menjadi momentum berharga bagi siswa untuk mengenali potensi diri sekaligus memahami karakter perguruan tinggi. Jangan sampai putus kuliah atau lulus dengan penyesalan karena salah memilih jurusan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III yang diwakili Kabag Umum Tri Munanto, SE, M.Ak, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan PPTJ yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pendidikan tinggi di Jakarta.

“LLDikti Wilayah III terus memfasilitasi kebutuhan perguruan tinggi. Hingga kini, Jakarta masih menjadi wilayah dengan perguruan tinggi unggul terbanyak di Indonesia, yakni 34 kampus unggul dari total 244 PTS,” ungkapnya.

APTISI Soroti Akreditasi dan Akses Keadilan

Ketua Umum APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I, menyoroti masih adanya ketimpangan dalam dunia kerja yang menjadikan akreditasi kampus sebagai satu-satunya tolok ukur penerimaan pegawai.

“Akreditasi institusi dan akreditasi prodi memiliki fungsi berbeda. Menjadikan akreditasi sebagai syarat mutlak penerimaan kerja adalah bentuk ketidakadilan,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi keberadaan Lembaga Akreditasi Mandiri yang dinilainya telah bergeser menjadi bisnis dan menggerus kemandirian kampus.

Di akhir sambutannya, Budi Djatmiko berharap PPTJ ke-21 mampu membuka akses lebih luas terhadap pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Saya berharap kampus-kampus dapat memberikan informasi yang transparan dan memperbanyak beasiswa agar anak-anak dari keluarga fakir miskin dan yatim piatu tetap memiliki peluang kuliah,” tutupnya.

Acara pembukaan PPTJ ke-21 turut dihadiri Owner PT Profex Zaidin A Zaiti, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan sponsor, serta pengurus APTISI DKI Jakarta, yang bersama-sama memeriahkan pameran pendidikan tahunan ini. (Megy)

Exit mobile version