BeritaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Regenerasi Budaya, Pemerintah Gandeng Pembatik hingga Penganyam Tradisional Jadi Pengajar di Jabar

114
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendukung penyelenggaraan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 sebagai momentum untuk mengevaluasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat promosi produk kreatif unggulan Jawa Barat.

Kota Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendukung penyelenggaraan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 sebagai momentum untuk mengevaluasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat promosi produk kreatif unggulan Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Dedi usai menghadiri Opening Ceremony Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Dekranasda Provinsi Jawa Barat di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026).

Menurut Dedi, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian Jawa Barat.

“Acara yang diselenggarakan BI bersama Dekranasda Provinsi Jawa Barat ini merupakan bagian dari evaluasi perkembangan UMKM sekaligus sarana promosi agar masyarakat semakin percaya bahwa UMKM merupakan bagian terpenting dalam sistem ekonomi yang terbangun di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar Sunda Karsa Fest tidak hanya dipusatkan di Kota Bandung, tetapi digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Selain penguatan UMKM, Dedi memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan profesi para perajin tradisional.

Menurutnya, Jawa Barat berpotensi kehilangan pembatik, pemahat, pelukis, hingga perajin anyaman apabila tidak segera dilakukan regenerasi.

Karena itu, ia mengusulkan agar para maestro seni dan kerajinan tradisional diberikan insentif untuk mengajarkan keahliannya kepada generasi muda melalui pendidikan nonformal maupun sekolah.

“Saya sudah minta kumpulkan para pembatik, beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional, sampai anyaman agar keahliannya tidak putus,” kata Dedi.

Ia menambahkan, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam kerajinan anyaman yang berkembang di wilayah Tasikmalaya dan Garut. 

Namun, jumlah generasi muda yang menekuni bidang tersebut terus mengalami penurunan.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggagas pembentukan berbagai pusat pembelajaran seperti Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis sebagai wadah pewarisan keterampilan tradisional kepada generasi penerus.

Melalui langkah tersebut, diharapkan warisan budaya dan keterampilan tradisional Jawa Barat tetap lestari sekaligus mampu menjadi sumber penguatan ekonomi kreatif di masa depan. (Burhan)

Exit mobile version