Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumInformatikaRagam Daerah

Relawan MBG Terancam Kehilangan Penghasilan, REL MBG Desak Pemerintah Siapkan Solusi Konkret

120
×

Relawan MBG Terancam Kehilangan Penghasilan, REL MBG Desak Pemerintah Siapkan Solusi Konkret

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum REL MBG, Roy Marjuk, menegaskan pihaknya mendukung langkah evaluasi dan perbaikan tata kelola SPPG sebagaimana diatur dalam surat edaran yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional.

Medan/secondnewsupdate.co.id – Penghentian sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai perhatian dari kalangan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG) meminta pemerintah dan pemangku kepentingan terkait segera menghadirkan solusi agar ribuan relawan yang terdampak tidak kehilangan sumber penghidupan selama masa pembenahan berlangsung.

Example 300x600

Ketua Umum REL MBG, Roy Marjuk, menegaskan pihaknya mendukung langkah evaluasi dan perbaikan tata kelola SPPG sebagaimana diatur dalam surat edaran yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional. 

Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak langsung terhadap para relawan yang selama ini menjadi motor penggerak pelaksanaan program di lapangan.

Menurut Roy, relawan bukan sekadar tenaga pendukung, melainkan bagian penting dari ekosistem pelayanan gizi yang selama ini memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat penerima manfaat.

“Pembenahan memang diperlukan demi meningkatkan kualitas layanan. Namun di sisi lain, para relawan yang diliburkan juga membutuhkan kepastian. Banyak dari mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di dapur SPPG untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya, Senin (22/6).

Ancaman Ekonomi dan Kehilangan SDM Terlatih

REL MBG menilai penghentian operasional yang berlangsung terlalu lama berpotensi memunculkan persoalan baru. Selain berdampak pada kondisi ekonomi relawan, kebijakan tersebut juga dapat menyebabkan hilangnya sumber daya manusia yang telah terlatih dan berpengalaman dalam menjalankan program MBG.

Roy menjelaskan, para relawan selama ini telah dibekali pemahaman mengenai standar keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan kerja, hingga tata kelola dapur yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program makan bergizi.

Jika tidak ada kepastian mengenai masa depan mereka, kata Roy, banyak relawan kemungkinan akan mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi itu dikhawatirkan akan menyulitkan ketika operasional dapur kembali dibuka karena pemerintah harus merekrut dan melatih tenaga baru dari awal.

“Relawan yang sudah berpengalaman merupakan aset yang sangat berharga. Kehilangan mereka berarti kehilangan pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun selama ini,” katanya.

Dorong Program Pendampingan dan Pemberdayaan

Untuk mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas, REL MBG mendorong pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan transisi bagi para relawan yang terdampak penghentian operasional SPPG.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pemberian program pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas, kegiatan pemberdayaan ekonomi sementara, hingga skema perlindungan sosial yang dapat membantu relawan bertahan selama masa pembenahan berlangsung.

Menurut Roy, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan anggaran, tetapi juga oleh komitmen para relawan yang selama ini bekerja dengan semangat gotong royong untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Keberlanjutan MBG Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Relawan

REL MBG menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang diharapkan mampu mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan produktif. 

Karena itu, keberlangsungan program harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap para relawan yang menjadi ujung tombak pelaksanaannya.

“Jangan sampai mereka yang selama ini berjuang menyukseskan program justru menghadapi kesulitan ekonomi tanpa adanya perhatian yang memadai. Menjaga kesejahteraan relawan sama artinya dengan menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Roy.

Dengan semakin besarnya peran relawan dalam mendukung program nasional tersebut, REL MBG berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi yang memberikan kepastian sekaligus menjaga semangat pengabdian para relawan di seluruh Indonesia. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600