Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Wajah perpustakaan di Kota Cimahi kini berubah total. Tidak lagi sekadar identik dengan rak buku dan suasana hening, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi resmi menghadirkan Mini Bioskop Literasi sebagai inovasi baru untuk menarik minat baca sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Walikota Cimahi Ngatiyana didampingi, Bunda Literasi Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukito, dan Camat se Kota Cimahi, di Kantor Perpustakaan Umum Disarpusda Kota Cimahi, Jalan Pacinan No.19, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa (23/6/2026).
Kehadiran mini bioskop ini menjadi tonggak baru dalam transformasi layanan perpustakaan modern di Kota Cimahi.

Pemerintah Kota Cimahi ingin menjadikan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang belajar interaktif, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dari Gudang Buku Menjadi Ruang Kreatif
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak semata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Menurutnya, Cimahi selama ini telah dikenal sebagai salah satu kota kreatif yang memiliki potensi besar di bidang animasi, film, teknologi digital, hingga industri kreatif berbasis talenta anak muda.
“Kota Cimahi mungkin tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kita memiliki kekuatan besar pada sumber daya manusianya. Karena itu, penguatan literasi dan kreativitas harus terus dilakukan agar generasi muda mampu bersaing di era digital,” ujarnya.
Ngatiyana menilai, kehadiran mini bioskop di lingkungan perpustakaan merupakan langkah strategis untuk mendekatkan dunia literasi kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih relevan dan menarik.
Ia berharap fasilitas tersebut mampu menjadi jembatan antara budaya membaca dengan perkembangan teknologi informasi dan industri kreatif yang saat ini berkembang pesat.
Mini Bioskop Jadi Magnet Baru Kunjungan Perpustakaan
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukito, menjelaskan bahwa mini bioskop merupakan salah satu dari dua layanan baru yang diluncurkan tahun ini, selain hadirnya Pojok Bunda Literasi.
Menurut Dyah, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebiasaan generasi muda.
“Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi kepada anak-anak sekaligus meningkatkan minat kunjungan ke perpustakaan. Kami ingin masyarakat melihat perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan, bukan hanya tempat membaca buku,” katanya.

Pada tahap awal, mini bioskop akan difokuskan untuk siswa sekolah dasar dan menengah melalui sistem kunjungan terjadwal.
Pendaftaran nantinya dilakukan melalui media sosial resmi Disarpusda karena kapasitas ruang yang masih terbatas.
Mini bioskop tersebut mampu menampung sekitar 25 penonton dalam satu sesi pemutaran.
Pihak Disarpusda juga berkolaborasi menggandeng Studio Animasi Lokal
Yang menarik, materi tayangan tidak sekadar film hiburan biasa.
Disarpusda menggandeng PT Ayeuna Studio, salah satu rumah produksi kreatif yang berkembang di Cimahi, untuk menghadirkan tayangan edukatif dan ramah anak.
Film animasi “Super Nelly” menjadi tayangan perdana yang diperkenalkan kepada para pengunjung.
Ke depan, Disarpusda membuka peluang kerja sama dengan berbagai rumah produksi lainnya guna memperkaya konten edukasi yang dapat dinikmati masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem industri kreatif lokal yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan Kota Cimahi.
Perpustakaan Modern Tak Lagi Hanya Tempat Membaca
Transformasi yang dilakukan Disarpusda Cimahi juga terlihat dari konsep ruang layanan yang lebih fleksibel dan ramah pengunjung.
Jika dahulu perpustakaan identik dengan deretan meja baca formal, kini ruang perpustakaan dirancang sebagai area multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas literasi.
Mulai dari kegiatan mendongeng, diskusi buku, pelatihan konten kreatif, workshop literasi digital, hingga aktivitas komunitas dapat dilaksanakan di ruang yang sama.
Selain itu, Disarpusda juga terus memperkuat layanan perpustakaan kelurahan dan taman baca masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses literasi hingga ke tingkat lingkungan.
“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berkarya, berdiskusi, dan berkolaborasi,” ujar Dyah.
Literasi Naik Kelas, Cimahi Siapkan Generasi Kompetitif
Tidak hanya meresmikan mini bioskop, Disarpusda juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba konten kreatif perpustakaan dan lomba fotografi bangunan bersejarah Kota Cimahi yang digelar dalam rangka Hari Buku Nasional dan Hari Jadi Kota Cimahi ke 25.
“Khusus lomba fotografi, peserta berasal dari kalangan pelajar SMP dengan tujuan mengenalkan 12 bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Kota Cimahi,” ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Cimahi dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.
Dengan hadirnya mini bioskop, pojok literasi, berbagai program kreatif, serta kolaborasi bersama komunitas dan industri kreatif, Disarpusda Kota Cimahi kini menunjukkan bahwa perpustakaan masa depan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat inovasi yang mampu melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global. (Bagdja)
















