PendidikanRagam DaerahTeknologi

Revitalisasi TK Nurul Huda Garut Rp667,97 Juta, Bukan Sekadar Bangun Fasilitas—Warga Sekitar Ikut Diberdayakan

113
Kepala TK Nurul Huda Agus Hidayat Taufik (kanan) didampingi Ustadz Hidayat sebagai Ketua P2SP TK Nurul Huda

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 mulai menghadirkan perubahan nyata di TK Nurul Huda, Kampung Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Lembaga pendidikan tersebut memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp667,97 juta yang diarahkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Menariknya, program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik.

Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan program juga memberikan ruang pemberdayaan ekonomi bagi warga.

Kepala TK Nurul Huda, Agus Hidayat Taufik, saat ditemui, menjelaskan bantuan tersebut mencakup enam menu revitalisasi, yakni pembangunan ruang administrasi, toilet, rehabilitasi, taman bermain, sanitasi, serta penataan lingkungan sekolah. Sabtu (19/9/2026).

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini lembaga kami mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah. Ada enam menu yang kami dapatkan dan seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan sarana serta lingkungan pendidikan di TK Nurul Huda,” ujar Agus.

Menurut Agus, dari total bantuan Rp667,97 juta, pihak sekolah telah menerima pencairan tahap pertama sekitar Rp400 juta.

Sementara itu, pencairan tahap kedua tengah diajukan seiring dengan perkembangan pembangunan yang telah mencapai sekitar 54,2 persen berdasarkan kurva-S.

“Pencairan pertama sekitar Rp400 juta. Sekarang kami sedang mengajukan pencairan tahap kedua karena melihat progres pembangunan sudah di atas 50 persen,” jelasnya.

Swakelola Jadi Ruang Pemberdayaan Warga

Ada sisi lain yang membuat pelaksanaan revitalisasi TK Nurul Huda menjadi lebih bermakna.

Program tersebut sekaligus dimanfaatkan pihak sekolah sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. 

Warga di sekitar lembaga pendidikan dilibatkan langsung dalam proses pengerjaan pembangunan sesuai konsep swakelola.

Agus mengatakan, pelibatan warga merupakan bagian dari komitmen sekolah agar manfaat program pemerintah tidak hanya dirasakan oleh lembaga pendidikan, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitar.

“Kami punya prinsip ingin memberdayakan masyarakat di sekitar lembaga. Terutama masyarakat yang kebetulan saat ini belum memiliki pekerjaan atau mata pencaharian. Alhamdulillah melalui program ini kami bisa melibatkan mereka untuk diberdayakan dan dipekerjakan,” katanya.

Untuk memberikan kesempatan secara merata, tenaga kerja dari masyarakat diterapkan dengan sistem bergiliran.

Warga memperoleh kesempatan bekerja selama satu minggu, kemudian pada pekan berikutnya kesempatan tersebut diberikan kepada warga lainnya.

Komite sekolah juga dilibatkan untuk ikut memastikan proses kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Jadi sistemnya bergilir. Satu orang diberi kesempatan selama satu minggu, kemudian minggu berikutnya diganti warga lainnya. Komite juga ikut memastikan kegiatan berjalan,” ungkap Agus.

Enam Menu Revitalisasi Disiapkan

Adapun enam menu yang menjadi sasaran program revitalisasi di TK Nurul Huda meliputi pembangunan ruang administrasi, pembangunan toilet, rehabilitasi, pembangunan taman bermain, sanitasi, dan penataan lingkungan sekolah.

Agus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan, khususnya bagi lembaga pendidikan di daerah.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki manfaat ganda. Selain membantu sekolah meningkatkan fasilitas pendidikan, program juga membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh pekerjaan melalui mekanisme swakelola.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena memberikan program yang tepat sasaran dan benar-benar bisa dirasakan oleh lembaga pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap program revitalisasi pendidikan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak lembaga pendidikan, terutama yang berada di daerah, memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas fasilitasnya.

“Dengan bantuan sebesar itu, enam menu bisa kami selesaikan. Insya Allah ini luar biasa. Kami berharap program ini bisa berkelanjutan karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh lembaga pendidikan di daerah,” jelas Agus.

TK Nurul Huda Miliki Sekitar 72 Peserta Didik

Di sisi lain, TK Nurul Huda saat ini memiliki sekitar 72 peserta didik. Agus menyebut jumlah tersebut tergolong cukup banyak dibandingkan dengan lembaga pendidikan sejenis di wilayah Kecamatan Bayongbong.

“Kalau jumlah siswa, Alhamdulillah selama kegiatan pembelajaran berjalan, jumlahnya termasuk yang terbanyak dibandingkan lembaga pendidikan lain di Kecamatan Bayongbong. Sekarang kurang lebih ada 72 siswa,” katanya.

Selain di Kampung Ciburuy, TK Nurul Huda juga memiliki cabang yang berada di Kampung Batugede.

Dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana melalui program revitalisasi, pihak sekolah berharap kualitas proses pembelajaran semakin meningkat dan peserta didik mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih representatif.

Bagi Agus, pembangunan fasilitas pendidikan bukan hanya persoalan fisik bangunan. 

Lebih jauh, lingkungan sekolah yang baik diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas pelayanan pendidikan di tingkat masyarakat.

Ia juga berharap media massa dapat terus berperan dalam mengawal serta menyampaikan informasi mengenai berbagai program pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami juga berharap kepada media untuk senantiasa memberikan informasi yang positif mengenai program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Asan)

Exit mobile version