Pandeglang, Banten l secondnewsupdate.co.id — Program revitalisasi SDN Angsana 2, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, terus menunjukkan progres.
Hingga saat ini, pembangunan sekolah yang dibiayai melalui Bantuan Pemerintah APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Proyek dengan nilai anggaran Rp1.267.744.100 itu memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Angsana 2.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung. Papan identitas proyek dan papan peringatan keselamatan kerja terlihat terpasang di area pekerjaan.
Sejumlah pekerja juga tampak menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan rompi saat menjalankan aktivitas pembangunan.
Progres tersebut menjadi bagian penting dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan SDN Angsana 2.
Namun, selain mengejar penyelesaian fisik, pihak sekolah dan pengelola pembangunan menegaskan bahwa kualitas pekerjaan serta kesesuaian dengan ketentuan teknis tetap menjadi perhatian.
Kepala SDN Angsana 2, Herdi, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan pembangunan.
Menurutnya, anggaran yang bersumber dari pemerintah harus dikelola secara bertanggung jawab, sementara pekerjaan di lapangan harus mengacu pada petunjuk teknis serta ketentuan yang telah ditetapkan.
“Sebagai penanggung jawab utama, saya memastikan setiap tahapan pekerjaan mengikuti petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku. Anggaran Rp1,26 miliar ini adalah amanah yang harus dikelola secara tepat dan transparan,” ujar Herdi.
Ia menambahkan, meskipun progres pekerjaan telah mencapai 70 persen, pengawasan tetap dilakukan hingga seluruh pekerjaan rampung.
Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan, kekuatan struktur, maupun material yang digunakan tetap sesuai dengan dokumen perencanaan.
Sementara itu, Ketua P2SP SDN Angsana 2, Hudari, menyampaikan bahwa panitia berupaya menjaga proses pembangunan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Ia menyebut penggunaan anggaran dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan program.
“Panitia menjaga akuntabilitas sejak perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap penggunaan dana terekam secara resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Hudari.
Menurut Hudari, pelaksanaan pekerjaan juga disesuaikan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, yakni 150 hari kalender.
Di sisi pelaksanaan teknis, Ketua Pelaksana Pembangunan, H. Aan, memastikan pekerjaan di lapangan mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis.
Ia mengatakan capaian sekitar 70 persen diperoleh melalui tahapan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap.
“Di lapangan, kami melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis. Tidak ada tahapan yang dilewati atau diganti tanpa dasar ketentuan,” kata Aan.
Ia memastikan sisa pekerjaan akan dilanjutkan dengan memperhatikan ketelitian dan kualitas agar hasil pembangunan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pengawasan Berjalan hingga Proyek Rampung
Sementara itu, Konsultan Pengawas, Ramdan, mengatakan pengawasan dilakukan secara langsung untuk melihat kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen perencanaan.
Setiap tahapan pekerjaan, menurutnya, diperiksa sebelum berlanjut ke tahap berikutnya. Apabila terdapat bagian yang dinilai belum sesuai, pihak pelaksana diarahkan untuk melakukan penyesuaian atau perbaikan.
“Saya melakukan pemantauan langsung di lokasi guna memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen perencanaan. Setiap tahap diperiksa sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya,” jelas Ramdan.
Pengawasan tersebut, lanjut dia, akan terus dilakukan hingga pembangunan SDN Angsana 2 selesai sepenuhnya.
Dari sisi tenaga kerja, Embet Subeta, selaku kepala tukang yang merupakan warga setempat, mengatakan keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian dari aktivitas pembangunan.
Ia mengaku dipercaya untuk mengarahkan para pekerja agar menjalankan pekerjaan dengan teliti dan mengikuti ketentuan yang diberikan oleh pihak pengelola.
“Saya bangga dapat dipercaya memimpin pekerjaan di sekolah lingkungan kami. Saya mengarahkan rekan-rekan untuk bekerja jujur dan teliti,” ucap Embet.
Senada dengan itu, Agus, Dedi, Rohman, dan Dais, yang terlibat sebagai tenaga kerja, menyatakan mereka berupaya mengikuti arahan pimpinan serta ketentuan keselamatan selama bekerja.
“Kami bekerja tertib, mematuhi aturan keselamatan, dan mengikuti arahan pimpinan di lapangan. Tinggal sebagian lagi, kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin,” tutur mereka.
Dengan progres fisik yang telah mencapai sekitar 70 persen, pembangunan revitalisasi SDN Angsana 2 masih terus berjalan.
Penyelesaian proyek ditargetkan tetap mengikuti jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan.
Pihak sekolah, P2SP, pelaksana, konsultan pengawas, serta tenaga kerja menyatakan pengawasan dan pengerjaan akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan pembangunan selesai. (Sanan)
















