BeritaInformatikaRagam Daerah

RPABI Gandeng Kemendikdasmen Bahas Program GEMMA, Metode Follow the Line Didorong Perkuat Karakter Pelajar

117
Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (DPP RPABI) menggelar rapat koordinasi virtual bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Rabu (7/10/2026).

Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (DPP RPABI) menggelar rapat koordinasi virtual bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama nasional dalam implementasi Program GEMMA (Gerakan Membaca dan Menulis Al-Qur’an) melalui Metode Follow the Line, yang ditawarkan sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Rapat koordinasi dipimpin Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemendikdasmen RI, Vivi Andriani. Sejumlah pejabat kementerian turut hadir, di antaranya perwakilan Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Pusat Penguatan Karakter, serta Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Ketua Umum DPP RPABI yang didampingi Bendahara Umum DPP RPABI, Dedeh Rohaeti, menyampaikan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah melalui gerakan gotong royong di bidang pendidikan, khususnya pada kegiatan non-kurikuler.

“Program GEMMA hadir sebagai solusi taktis untuk mempercepat literasi keagamaan sekaligus memberikan stimulus psikomotorik yang melatih kedisiplinan, fokus, dan kesabaran anak didik tanpa membebani jam mengajar formal guru di sekolah,” ujarnya.

Metode Follow the Line Diklaim Memiliki Rekam Jejak Akademis

Dalam pemaparannya, RPABI menjelaskan bahwa Metode Follow the Line merupakan metode menulis Al-Qur’an dengan mengikuti garis pandu yang dikembangkan Ketua Dewan Pengawas DPP RPABI, Ust. Farzain.

RPABI menyebut metode tersebut telah memiliki rekam jejak penerapan dan dokumentasi akademis. 

Salah satunya melalui uji coba terhadap 5.337 mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 2015.

Selain itu, Metode Follow the Line disebut telah menjadi bagian dari kajian ilmiah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Satu Tulungagung.

Dari sisi publikasi, metode tersebut diperkuat melalui penerbitan buku ber-ISBN oleh Balai Pustaka pada 2022.

Di tingkat regional, RPABI juga menyebut Metode Follow the Line telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Hal Ehwal Ugama (KHEU) Brunei Darussalam sejak 2010 dan diadaptasi dalam program pendidikan dasar di negara tersebut melalui program Hubbil Quran.

Pakar pendidikan karakter yang turut mendampingi delegasi RPABI, Muhammad Hatta, menjelaskan bahwa metode tersebut dapat dikaitkan dengan tiga komponen moral dalam teori Thomas Lickona, yakni Moral Knowing, Moral Feeling, dan Moral Action.

Dukungan terhadap penerapan metode tersebut juga disampaikan perwakilan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Madinah serta Pengurus Pondok Pesantren ASRI (Ponpes Asmad Sidiq Putri) Jember, Jawa Timur.

Keduanya menyampaikan pengalaman penerapan metode tersebut yang dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan fokus para santri sejak 2015.

Didukung Perwakilan Pendidikan Daerah

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan pendidikan daerah. Di antaranya Dwi Astutik, dari Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir Ketua DPD RPABI Provinsi DKI Jakarta, Anto Sugiharto, serta Sekretaris DPD RPABI Provinsi DKI Jakarta, Prapto.

Kehadiran perwakilan daerah tersebut menjadi bagian dari kesiapan jaringan relawan RPABI di berbagai daerah untuk mendukung implementasi program apabila nantinya memperoleh tindak lanjut dari pemerintah.

Kemendikdasmen Sambut Positif Usulan Program GEMMA

Menanggapi pemaparan DPP RPABI, pihak Kemendikdasmen RI menyampaikan respons positif terhadap potensi implementasi Program GEMMA.

Perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kajian lebih lanjut guna melihat kesesuaian Program GEMMA dengan sejumlah agenda prioritas kementerian.

Di antaranya Gerakan Literasi Sekolah (GLS), program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, serta penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Sementara itu, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) juga menyambut terbuka usulan kemitraan pada ranah non-kurikuler maupun ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang kontribusi bagi organisasi masyarakat dan relawan pendidikan.

Menutup rapat koordinasi, Pembina RPABI, Edy Suparjoto, yang juga aktif menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, menyampaikan bahwa RPABI akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.

Sebagai langkah konkret, DPP RPABI akan mengirimkan surat tindak lanjut sekaligus menyerahkan draf proposal mengenai spesifikasi kemitraan secara lebih detail kepada Kemendikdasmen RI.

RPABI juga berencana mengajukan permohonan audiensi tatap muka bersama pimpinan kementerian yang ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga Oktober 2026.

Proses tindak lanjut tersebut akan dikawal Tim Humas RPABI yang dikoordinasikan Kiki Amalluki bersama Sienny selaku anggota RPABI. 

Sementara publikasi internal kegiatan dilakukan Media RPABI, Galih Kusuma Jaya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan relawan pendidikan, DPP RPABI berharap Program GEMMA dapat memperoleh ruang implementasi yang lebih luas.

RPABI juga berharap ke depan dapat terbit rekomendasi atau surat edaran di tingkat nasional terkait pemanfaatan Metode Follow the Line sehingga dapat menjadi payung bagi pengembangan gerakan relawan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. (Burhan)

Exit mobile version