SNU//Garut – Sebuah rumah permanen dua lantai milik Oban Sobana, warga Kampung Ciawi RT 04 RW 08, Desa Lingkungpasir, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, ambruk setelah diguyur hujan deras secara terus-menerus pada Selasa (11/11/2025).
Akibat kejadian tersebut, dua orang yang berada di dalam rumah mengalami luka berat dan luka ringan karena tertimpa reruntuhan beton. Hingga kini, reruntuhan bangunan belum bisa dievakuasi lantaran masih menunggu bantuan alat berat dari dinas terkait.
“Ayah saya, Jaenudin, mengalami luka parah akibat tertimpa beton, sedangkan Tarsa menderita luka benturan karena tertimpa reruntuhan. Keduanya kini menjalani perawatan jalan setelah sempat dirawat di puskesmas,” ujar Jaja, anak dari Jaenudin, Rabu (12/11).
Jaja yang rumahnya berada tepat di seberang lokasi kejadian mengaku melihat langsung rumah dua lantai tersebut ambruk secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda retak sebelumnya.
“Rumah Pak Oban ambruk mendadak, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Seketika runtuh semua bagian bangunannya,” ungkapnya.
Warga sekitar kini mengosongkan area tersebut karena khawatir terjadi ambruk susulan, mengingat kondisi bangunan yang tersisa masih rapuh.
Kepala Desa Lingkungpasir, Prahata Faturohman, bersama Sekretaris Desa Wawan Ridwan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan instansi terkait untuk mengirimkan alat berat guna mengangkat material beton yang menimpa rumah korban.
“Kalau diangkat manual, risikonya tinggi. Bangunan yang tersisa bisa ambruk kembali dan membahayakan warga,” jelas Prahata.
Dari hasil pengecekan di lokasi, Prahata dan Wawan menduga ambruknya rumah tersebut disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Cibiuk selama beberapa hari terakhir. Rumah diketahui dibangun di atas tanah timbunan, meski tidak ditemukan adanya pergeseran tanah di sekitar lokasi.
“Rumah itu dibangun beberapa tahun lalu di atas tanah timbunan. Pemilik rumah, Pak Oban Sobana, diketahui memiliki anak yang bekerja di Jepang,” ujar Wawan.
Pemerintah Desa Lingkungpasir telah melaporkan kejadian ini secara tertulis kepada Bupati Garut melalui Camat Cibiuk serta instansi terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut.
Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta, mengingat banyak perabotan rumah tangga yang hancur tertimpa reruntuhan beton. (Agung)
