Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Tangerang. Sebuah rumah milik Rogaya (60), warga Kampung Kali Jaya, Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin kencang disertai puting beliung.
Peristiwa tersebut terjadi saat angin kencang melanda kawasan tersebut hingga membuat bangunan rumah korban roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Mendapat laporan adanya rumah warga yang ambruk akibat bencana, Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono, langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah sekaligus memastikan keselamatan keluarga korban.
Di lokasi, Subur didampingi Sekretaris Desa M Ihzal Mahendra. Keduanya memantau langsung kerusakan bangunan serta mengoordinasikan langkah cepat penanganan pascabencana.

“Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Kami tentu prihatin atas musibah yang dialami Ibu Rogaya,” ujar Subur saat ditemui di lokasi.
Ia memastikan pemerintah desa akan berupaya maksimal membantu warga yang terdampak, termasuk proses pemulihan dan perbaikan rumah korban.
“Pemerintah desa akan berusaha semaksimal mungkin membantu penanganan dan pemulihan pascabencana ini agar warga bisa kembali tinggal dengan aman,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kampung Melayu Barat, M Ihzal Mahendra, menyebut material bangunan untuk perbaikan rumah sudah mulai dikirim ke lokasi.

“Material bangunan dan kebutuhan untuk bedah rumah sudah tiba hari ini. Harapannya proses perbaikan bisa segera dilakukan,” jelas Ihzal.
Untuk sementara waktu, Rogaya mengaku tinggal di rumah anaknya sambil menunggu proses renovasi rumah selesai.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Subur Maryono, yang dinilai cepat merespons musibah yang menimpanya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Kades Subur Maryono yang sigap membantu perbaikan rumah saya yang roboh akibat puting beliung,” ucap Rogaya dengan haru.
Bencana angin puting beliung ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem melanda, terutama memasuki masa peralihan musim yang kerap memicu hujan deras dan angin kencang di sejumlah wilayah Tangerang. (Dia).
















