BeritaEkonomiRagam Daerah

Samsat Soreang Fasilitasi GPM Kabupaten Bandung

680
Kadispakan kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama, memberikan sambutan dalam acara GOM di kantor Samsat Soreang, Kamis (4/9/25)

SNU//Kab Bandung – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung dilaksanakan di Kantor Samsat Soreang atau kantor pengelolaan pajak pendapatan wilayah II, kemarin.

Kegiatan GPM ini dalam rangka membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, yakni sembako dan barang lainnya. Selain sembako juga turut disediakan kebutuhan sayur mayur yang bisa mudah didapat oleh masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispakan) Kabupaten Bandung,  Uka Suska Puji Utama mengatakan,gerakan pangan murah ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Kegiatan GPM ini disamping membantu masyarakat yang memerlukan beras dengan harga murah juga dalam rangka mengendalikan atau menekan inflasi daerah di Kabupaten Bandung. Alhamdulillah dalam pelaksanaan GPM ini, masyarakat pun antusias berburu kebutuhan pangan dengan harga murah,” kata Uka Suska di Soreang, Kamis (4/9/25).

Gerakan pangan murah yang rutin dilaksanakan itu, kata Uka Suska, Dispakan memfasilitasi berbagai jenis kebutuhan pangan atau sembako dengan harga dibawah harga pasar, sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat sekitar.

“GPM ini berharap bisa dilaksanakan secara rutin kedepannya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan beras maupun kebutuhan sembako lainnya,” harapnya.

Uka menyebutkan barang-barang yang dipasarkan di GPM itu di antaranya komoditas beras SPHP, beras petani, beras medium, telur, minyak goreng premium, minyak goreng kita, gula pasir, gula merah, bawang putih, bawang merah, daging ayam, dan bahan pangan lainnya. Selain itu daging sapi, terigu, dan kentang.

“Kegiatan GPM ini, Dispakan bekerjasama dengan para petani sebagai penyedia kebutuhan pangan atau sembako. Sehingga pasokan pangan pun terlihat masih segar dan harganya pun lebih murah dari harga pasar,” katanya.

Uka Suska mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan GPM ini, bisa memutus rantai pasok kebutuhan pangan dari petani langsung ke para konsumen atau pembeli yang berasal dari masyarakat umum. Sebelumnya, para petani memasok produk pertanian melalui bandar atau tengkulak.

“Kita dari pemerintah hanya memfasilitasi antara para petani dalam memasarkan produk pangannya dengan masyarakat yang membutuhkan pasokan pangan tersebut,” katanya.

Ia juga menyebutkan dalam pemasaran produk pangan ini bermitra dengan para kelompok tani yang mengakomodir hasil pertanian. Sehingga dapat mempermudah pemasaran produk pangan dari para petani kepada masyarakat secara umum.

“Dengan adanya kegiatan GPM ini, para petani pun sangat terbantu dalam pemasaran produk hasil pertaniannya. Termasuk masyarakat juga bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih murah dan kualitas barang yang lebih bagus atau masih segar,” ujarnya.
Usai GPM, Uka Suska mengucapkan terima kasih kepada Kantor Samsat Soreang yang sudah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan rutin tersebut. Berharap kedepannya kegiatan serupa bisa kembali digelar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. (Apih)

Exit mobile version