Lingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

Satgas Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai Tak Kenal Lelah! Bara Api di Kalampangan Diburu, Pendinginan Digencarkan Cegah Kebakaran Susulan

114
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai.

Palangka Raya, Kalteng | secondnewsupdate.co.id – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai. 

Di bawah komando Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, personel TNI bersama unsur gabungan terus bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan guna memastikan wilayah terdampak benar-benar aman dari ancaman kebakaran.

Pada Minggu (1/11/2026), personel gabungan dari Posko RSUD Kalampangan, Tim Damkar 58, serta Yonif TP 831/PT Brigif 86/Mandau yang dipimpin Letkol Inf Budi Wibiks melaksanakan operasi pemadaman dan pendinginan di Jalan Denok, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Langkah tersebut merupakan respons cepat atas laporan masih ditemukannya titik api lanjutan di kawasan tersebut. 

Begitu menerima informasi, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa sejumlah perlengkapan pemadam untuk melakukan penanganan secara terarah dan menyeluruh.

Bara Api di Bawah Gambut Jadi Ancaman

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tim menemukan masih adanya titik api serta bara yang tersimpan di bawah lapisan tanah gambut. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kebakaran pada lahan gambut memiliki karakteristik tersendiri. Api dapat tetap bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di bagian atas sudah tidak terlihat.

Bara yang tersembunyi tersebut berpotensi kembali menyala apabila tidak ditangani melalui proses pendinginan secara maksimal. 

Bahkan, dalam kondisi tertentu, api dapat merambat kembali dan memicu kebakaran susulan yang lebih luas.

Menyikapi kondisi tersebut, personel gabungan tidak hanya melakukan pemadaman pada titik api yang terlihat, tetapi juga melaksanakan pembasahan dan pendinginan secara intensif serta berulang. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan panas di dalam lapisan gambut dapat dikurangi sehingga potensi munculnya kembali titik api bisa ditekan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.

Komitmen Penanganan Karhutla Berkelanjutan

Penanganan Karhutla bukan sekadar memadamkan kobaran api yang terlihat, melainkan juga memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Karena itu, kegiatan pemadaman dan pendinginan membutuhkan ketelitian, kesabaran, kesiapsiagaan, serta koordinasi antarpersonel dan seluruh unsur terkait.

Melalui pengerahan Satgas Penanggulangan Karhutla tersebut, Kodam XXII/Tambun Bungai menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Sinergi antara TNI, petugas pemadam kebakaran, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait diharapkan mampu memperkuat upaya penanggulangan Karhutla, sekaligus menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran serta kabut asap.

Dengan demikian, setiap titik api yang ditemukan dapat segera ditangani, sementara proses pendinginan terus dilakukan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. (Burhan)

Exit mobile version