Gadung Tutuka Soreang// secondnewsupdate.co.id – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di badan jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).
Penertiban dilakukan karena keberadaan PKL dinilai mengganggu arus lalu lintas, terlebih selama bulan Ramadan saat volume kendaraan meningkat tajam, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.
Ganggu Akses dan Picu Kemacetan
Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Bandung, Rudiyana S.Sos, mengatakan para PKL kerap memajang gerobak maupun lapak hingga ke badan jalan. Selain itu, kendaraan pembeli yang parkir sembarangan turut mempersempit ruas jalan.

“Menjelang berbuka puasa, Jalan Gading Tutuka bisa macet total. Banyak warga ngabuburit dan berbelanja, sementara sebagian PKL memakan badan jalan. Ini jelas mengganggu pengguna jalan lain,” ujar Rudiyana.
Ia juga menyoroti terganggunya akses kendaraan menuju RS Otista Soreang, termasuk ambulans yang membawa pasien.
“Kasihan jika ada ambulans atau kendaraan darurat yang terhambat karena jalan tertutup lapak atau parkir sembarangan,” tegasnya.
Penertiban dilakukan bersama unsur Forkopimcam Soreang, termasuk jajaran kepolisian dan TNI. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Soreang Kompol Oeng serta Camat Soreang Haris Taupik.
Petugas menyisir lokasi padat PKL dan memberikan peringatan agar tidak kembali menggunakan badan jalan sebagai area berjualan.
Rudiyana mengakui, pihaknya kerap menghadapi situasi kucing-kucingan dengan para PKL.
“Kalau ada penertiban mereka tertib, tapi setelah petugas pergi kembali semrawut. Kami minta kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan,” katanya.
Salah seorang pedagang di sekitar RS Otista mengaku mendukung langkah penertiban tersebut. Ia merasa dirugikan oleh pedagang lain yang memajang dagangan hingga menutupi lapaknya.

“Seharusnya sesama pedagang saling menghormati. Jangan sampai merugikan yang lain. Saya setuju dengan penertiban ini,” ujarnya.
Camat Soreang Haris Taupik mengimbau agar PKL dan aparat saling menghargai selama Ramadan.
“Kami memahami masyarakat mencari rezeki di bulan Ramadan. Namun aturan tetap harus ditaati demi ketertiban dan keamanan bersama,” pungkasnya. (Apih)
















