KBB, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Tanimulya terus memperkuat kehidupan religius masyarakat melalui pengajian rutin bulanan yang melibatkan perwakilan warga dari 25 Rukun Warga (RW).
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Tanimulya, menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menyatukan langkah dakwah, sekaligus membangun karakter masyarakat yang agamis dan harmonis. Jumat (16/10/2026).
Pengajian tersebut dijadwalkan berlangsung setiap minggu ketiga setiap bulan.
Kehadirannya diharapkan dapat menyatukan berbagai majelis taklim yang selama ini telah aktif di lingkungan masyarakat, tetapi belum memiliki wadah bersama di tingkat desa.
Kepala Desa Tanimulya, Omin Effendi, mengatakan pengajian gabungan ini lahir dari keinginan untuk memperkuat kebersamaan antarjamaah sekaligus membuka ruang partisipasi keagamaan bagi seluruh masyarakat.
“Pesertanya merupakan perwakilan dari seluruh RW, mulai dari RW 1 hingga RW 25. Kami sama sekali tidak membatasi siapa pun yang ingin berpartisipasi dan bergabung,” ujar Omin.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pengajian rutin, melainkan bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih rukun melalui pendekatan keagamaan.
Menariknya, program ini berjalan secara mandiri tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pelaksanaannya mengandalkan inisiatif bersama serta dukungan donasi sukarela atau kencleng dari para jemaah.
“Ini murni kegiatan agama untuk mempererat silaturahmi dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan sekadar urusan ekonomi. Dampak positifnya sangat besar bagi ketenangan batin dan kerukunan warga,” tuturnya.
MUI Dorong Majelis Taklim di Setiap RW Lebih Aktif
Ketua MUI Desa Tanimulya, Deden Syamsudin, menjelaskan bahwa pengajian bulanan tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan pemantauan aktivitas keagamaan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
MUI Desa Tanimulya, kata Deden, secara berkala mengunjungi majelis taklim di setiap RW untuk memperkuat koordinasi serta menyelaraskan kegiatan dakwah di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, partisipasi warga dalam pengajian gabungan tersebut cukup menggembirakan. Hampir seluruh RW hadir dalam kegiatan yang dirancang terbuka bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hampir seluruh RW hadir. Kami tidak membatasi kapasitas kehadiran, bahkan menargetkan seluruh majelis taklim, khususnya para ibu di Desa Tanimulya, dapat terlibat aktif demi terciptanya sinergi keagamaan yang solid,” jelas Deden.
Untuk materi pengajian, MUI memaksimalkan peran 12 orang pengurus internal sebagai pemateri dengan sistem penjadwalan bergilir.
Setiap pengurus mendapat kesempatan mengisi pengajian sekitar satu hingga dua kali dalam setahun.
Meski mengutamakan potensi internal, MUI tetap membuka kesempatan menghadirkan penceramah dari luar, terutama pada peringatan Hari Besar Islam (PHBI), seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj, dan Tahun Baru Islam atau Muharram.
Targetkan Desa yang Religius dan Harmonis
Pemerintah Desa Tanimulya bersama MUI berharap pengajian bulanan ini dapat terus berlangsung secara konsisten dan berkembang menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat lintas lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, pembinaan keagamaan diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta mempererat hubungan ant warga.
Dengan keterlibatan masyarakat dari 25 RW dan dukungan swadaya jemaah, pengajian bulanan ini menjadi salah satu upaya Desa Tanimulya dalam memperkuat identitas sebagai desa yang religius, aktif, dan harmonis. (Hendra)
